Phishing adalah salah satu tindak kejahatan cyber dalam bentuk penipuan. Modusnya, biasa menggunakan email dengan tujuan untuk memperoleh informasi yang sensitif atau penting.
Adapun informasi yang dicuri biasanya password dan data keuangan user seperti data kartu kredit. Pelaku kejahatan cyber, menyamar sebagai orang atau perusahaan besar yang bonafit dan legal melalui lewat email atau pesan instan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tujuan pelaku menyebarkan ancaman phishing yakni agar calon korban tertipu dengan membalas email phishing yang dikirimkan, kemudian terpancing untuk masuk ke situs palsu yang disertakannya," paparnya melalui email, Kamis (29/8/2013).
Jika sudah terjebak, user yang tidak waspada akan memberikan data-data pribadi yang diminta. Ujung-ujungnya, mereka bertujuan memperoleh keuntungan finansial. Karenanya, sektor keuangan adalah sektor favorit para pelaku phishing.
ESET mencatat tingkat serangan yang mengarah pada lembaga yang bergerak di sektor keuangan terutama penyedia layanan pembayaran seperti PayPal sebesar 38% dari total serangan phishing.
Pada lingkup global, phishing menjadi ancaman tersendiri dan mengalami peningkatan yang signifikan. Volume Phishing dunia mencapai 100 juta email phishing perharinya, dan total 36 milyar phishing pertahun berdasarkan laporan yang dilansir situs Deliverabilitynext.com April silam.
Laporan tersebut mengungkap dampak serangan dan kerugian yang ditimbulkan karena Phishing sudah mendekati angka USD 100 milyar di tahun 2012. Melihat ancaman itu, aplikasi keamanan yang mampu memblok phishing dan mengenali phishing URL sangat penting.
Dikatakan Yudhi, ESET sendiri sejak awal sudah mengedepankan keamanan dan kenyamanan bagi pengguna untuk berinternet. Pasalnya, ancaman phishing memang ancaman nyata bagi industry terutama di secktor keuangan, tak terkecuali di Indonesia.
"Karena jelas sekali ada uang beredar dan sejumlah besar data personal didalam sistem jaringan yang digunakan," tutup Yudhi.
(rns/rns)