Ya, Microsoft yang bekerjasama dengan FBI dan lembaga hukum lainnya mengklaim telah mematikan sejumlah server yang dipakai untuk menjalankan botnet Citadel. Server tersebut konon sudah mengendalikan jutaan komputer di berbagai negara di Eropa, Amerika dan Hongkong.
"Kami perkirakan sudah membersihkan 2 juta komputer. Ini masih perkiraan konservatif," kata Richard Boscovich Domingues, dari unit kejahatan digital Microsoft, seperti dikutip detikINET dari Reuters, Rabu (19/6/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Citadel merupakan keturunan dari Trojan keuangan yang sangat besar di dunia, Trojan.Zbot (Zeus). Trojan ini muncul setelah source code Zeus bocor pada tahun 2011, dimana sekelompok penjahat mengambil kode tersebut dan menyebarkannya.
Penjahat cyber yang ingin menggunakan Citadel juga harus membayar biaya tambahan sekitar USD 30 - USD 100 untuk membeli kode inject web untuk bank yang menjadi target mereka. Namun Microsoft mengklaim bahwa botnet ini sudah ditanamkan pada instaler Windows bajakan yang banyak tersebar.
(eno/fyk)