Hingga saat ini LivingSocial mengaku belum mengetahui bagaimana peretas bisa masuk ke dalam sistem jaringan mereka. Para penegak hukum pun dikerahkan untuk mengungkap masalah tersebut.
Sementara itu Tim O'Shaughnessy, CEO LivingSocial menghimbau para pengguna situs mereka untuk segera mengganti password, dan berhati-hati saat menerima email mencurigakan yang mengaku dari LivingSocial.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti dikutip detikINET dari abcnews, Sabtu (27/4/2013), mendapat kenyataan pahit ini LivingSocial berjanji akan segera memperbaiki sistem keamanan mereka.
"Keamanan data Anda adalah prioritas kami. Kami akan melipatgandakan sistem keamanan untuk mencegah kejadian seperti ini di masa yang akan datang," tulis O'Shaughnessy.
Dibobol oleh peretas bukanlah satu-satunya masalah LivingSocial, karena layanan ini juga punya masalah finansial yang cukup serius.
Pada bulan November 2013 lalu mereka melakukan penghematan dengan merumahkan 400 orang tenaga kerja, atau setara dengan 9% dari total seluruh karyawan situs asal Washington DC itu.
(eno/eno)