Kondisi tersebut dipicu oleh beberapa kemungkinan di antaranya masalah security belum menjadi kesadaran umum bagi pengguna komputer dan internet Tanah Air. Hal lain adalah karena kecerobohan dalam berselancar di internet.
Menurut perusahaan keamanan Eset, beberapa hari terakhir di Indonesia, beredar banner ajakan untuk masuk ke situs tertentu yang menjanjikan mengubah warna tampilan Facebook menjadi merah, biru, dan lainnya. Padahal ajakan tersebut telah terdeteksi sebagai survey scam sejak February 2011.
Β
"Angka prevalensi malware di Indonesia selama bulan Februari berada pada angka 15.08% lebih tinggi dari Filipina yang hanya 12.94%. Sedangkan formasi 10 teratas malware di Indonesia, didominasi oleh malware lama seperti Ramnit, Sality, Autostart, Virut dan Conficker," kata Eset, dalam keterangannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita tidak cukup hanya dengan berharap prevalensi malware itu akan mengalami penurunan pada waktu tertentu. Pengembang malware semakin giat mengembangkan varian baru, sedangkan kecepatan penyebaran melalui internet seakan tak terhentikan," kata Yudhi Kukuh, Technical Consultant pada PT. Prosperita-Eset Indonesia.
"Jika kesadaran akan keamanan belum muncul di tingkatan user, maka kita akan menjadi sasaran empuk. Oleh sebab itu kesadaran akan keamanan bagi komputer kita maupun perangkat lain yang terkoneksi internet menjadi sangat perlu," pungkasnya.
(ash/fyk)