Proyek ini adalah bagian dari inisiatif Fujitsu membantu upaya pemerintah Jepang memerangi serangan berbasis internet yang sudah berjalan selama tiga tahun. Pemerintah Jepang bahkan sengaja mengalokasikan dana sebesar USD 2,3 juta demi 'berperang' melawan serangan cyber.
Dilaporkan TNW Asia, Senin (2/1/2012), virus ini akan memonitor dan menganalisa, sebelum mengidentifikasi sumber serangan. Selanjutnya, ia akan menutup akses serangan guna mencegah masalah lebih lanjut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jepang dikenal sebagai salah satu negara yang menjadi sasaran empuk serangan cyber sepanjang 2011. Komputer sejumlah anggota parlemen Jepang dilaporkan diretas.
Virus yang sedang dibuat Fujitsu masih terus dikembangkan. Hingga saat ini, virus yang belum diberi nama tersebut telah diuji coba di lingkungan terbatas.
(rns/ash)