"Sumber-sumbernya sudah tahu sudah terlacak. Kita sudah mencari, sekarang lagi dibuktikan dulu dengan teknologi. Perlu dibuktikan dulu," ujar Kadivhumas Polri Irjen Pol Anton Bachrul Alam di kantornya, Jl Trunojoyo, Jaksel, Rabu (25/5/2011).
Menurut Anton, meski sudah terlacak, penyidik masih harus mengumpulkan bukti-bukti. Saat ini penyidik masih memastikan siapa pelaku utama.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Anton mengaku situs www.polri.go.id saat ini sudah bisa dibuka. Masyarakat bisa kembali mengakses layanan di situs tersebut.
"Nanti kita perkuat lagi sistemnya. Ini kan tidak hanya di Polri saja. Lemhanas, Pertamina juga kena. Kita akan evaluasi," tandasnya.
Sebelumnya, halaman utama situs Polri tidak bisa diakses tanpa sebab, sejak Senin (16/5/2011). Sementara pada bagian tertentu masih 'hidup', hanya saja berisi konten berbau agama.
Selain menampilkan pesan teks bernuansa agama, di dalam situs tersebut juga menampilkan sebuah gambar dan video yang dihubungkan ke YouTube dengan pesan sejenis.
Belum jelas apa motif pelaku melakukan aksi ini. Pelaku pun tidak meninggalkan pesan untuk menyisakan rekam jejaknya, seperti yang biasa dilakukan para peretas ketika menyusup suatu situs.
(ape/ash)