Seperti dikutip detikINET dari Reuters, Senin (7/2/2011), pengelola bursa saham Nasdaq mengakui adanya 'aktivitas mencurigakan' pada server mereka di AS.
Namun, belum ditemukan bukti bahwa pelaku mengakses atau mencuri informasi dari pelanggan Nasdaq maupun perusahaan induk pengelola Nasdaq.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Analis khawatir serangan ini akan menjadi satu lagi pukulan pada bursa saham di AS. Sejauh ini kepercayaan publik atas pasar saham cukup terhantam akibat krisis keuangan dan insiden Mei 2010 di Wall Street.
"Ada beberapa kejadian dalam beberapa tahun terakhir yang telah merusak kepercayaan investor, dan ini jelas bisa menjadi satu lagi," ujar Tim Ghriskey, Chief Investment Officer di Solaris Asset Management.
(wsh/wsh)