Hal ini ditemukan oleh Imperva, salah satu penyedia jasa keamanan internet. Dalam aksinya hacker memuat iklan yang menjual jasa untuk membobol keberbagai situs dengan domain (dot).gov, .mil dan .edu di seluruh dunia.
Untuk memiliki situs US Army misalnya, hacker tersebut menjual jasa pembobolan dengan harga USD 499 (sekitar 4,5 juta) diikuti oleh beberapa situs penting lain seperti National Guard, dan Army Forces yang dibanderol pada harga yang sama.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikutip detikINET dari PCmag, Senin (24/1/2011), hacker tersebut tidak hanya menjual beragam situs penting, melainkan juga menjajakan data pribadi para pengguna internet. Untuk 1000 nama berserta alamat lengkap dan nomer telepon, dilepas dengan harga mulai dari USD 20.
(eno/rou)