"Sebenarnya kalau kreatif bisa juga, asalkan dia (pihak bank-red) tahu prinsip dasarnya," tukas Alfons kepada detikINET, Selasa (26/1/2010).
Prinsip yang dimaksud Alfons adalah sistem otentifikasi yang diterapkan untuk memastikan transaksi dilakukan oleh orang yang sah. Saat ini sistem yang banyak dipakai adalah dua faktor: kartu ATM dan nomor PIN.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu kalau masih tetap mau pakai teknologi magnetic card, jadi harus ada pengamanan tambahan nggak bisa dengan PIN saja. Tapi tetap saja paling enak ganti kartu chip," Alfons menambahkan.
Pakai Ponsel
Dari berbagai lapisan tambahan itu, Alfons mengatakan token yang sebenarnya paling praktis. Bahkan token bisa dijadikan sebuah aplikasi di ponsel.
"Jadi bukan (nasabah disuruh) bawa-bawa kalkulator tiap tarik duit. Tinggal aktifkan aplikasi one time password di ponsel yang sudah dicocokkan dengan server bank. Blas! Aman," ujar Alfons.
Dengan sistem berbasis token itu, Alfons yakin kartu ATM magnetik pun akan lebih aman. "Mau kartunya di-cloning, PIN diintip, tidak masalah. Asal jangan token dikasih juga ke maling, sekalian sama password token kasih ke maling, itu namanya keterlaluan," tandasnya.
(wsh/wsh)