Untuk mencegah pencurian data kartu kredit, enkripsi bisa diterapkan saat transfer data dari komputer Point-of-Sale di sebuah toko ke server pusat. Enkripsi itu diharapkan bisa mencegah pencurian informasi yang dilakukan di perjalanan.
Namun, seperti dikutip detikINET dari TheRegister, Rabu (9/12/2009), penjahat cyber telah menemukan cara untuk mengatasi hal itu. Cara yang makin populer belakangan ini adalah program jahat bernama 'pemulung RAM'.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wade Baker, analis dari Verizon Business, mengatakan semakin banyak penjahat cyber yang menggunakan teknik itu sepanjang 2009. Data Verizon menyebutkan ada sekitar 4 persen kasus yang melibatkan Pemulung RAM dari 592 kasus pembobolan keamanan yang mereka selidiki sejak 2004.
Tentunya, angka itu masih sedikit jika dibandingkan dengan penggunaan program jahat jenis Spyware yang mencapai 19 persen ataupun backdoor (18 persen). Namun peningkatannya yang terjadi dalam setahun belakangan patut diwaspadai.
Pemulung RAM, menurut Baker, masih sulit dideteksi oleh program antivirus. Gejala-gejala yang perlu diperhatikan adalah:
- Adanya file rdump dan script Perl aneh di hardisk
- Perubahan mendadak pada ruang kosong hardisk
- Hal 'aneh' pada Registry dan System Process.
(wsh/wsh)