Beberapa waktu lalu, situs resmi Melbourne Internasional Film Festival diserang para cracker China gara-gara gelaran tersebut turut menayangkan film Uighur yang kontroversial. Aksi ini pun merembet ke mana-mana. Tak hanya situs resminya saja yang dibobol, sistem pemesanan tiket online juga disusupi.
Namun ada satu kabar mengejutkan yang baru saja diterima oleh Vivia Hickman, general manager festival yang juga berada di Melbourne yakni festival seni internasional. Ia menerima laporan bahwa situs resmi gelaran yang sedang ia persiapkan, turut disusupi cracker.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hickman mengaku merasa aneh dengan aksi cracker tersebut dan mensinyalir aksi ini diakibatkan nama yang 'serupa tapi tak sama'.
"Saya tidak tahu apakah ini berkaitan dengan apa yang terjadi pada festival film kemarin, nama kami hampir sama," ujar Hickman.
Website festival yang digelar Hickman memang memiliki nama yang hanya beda satu kata saja dengan situs festival film Melbourne. Jika festival film itu bernama Melbourne Internasional Film Festival, situs yang dimiliki festival seni ini sendiri bernama Melbourne International Arts Festival.
Hickamanpun menyerahkan kasus ini pada polisi untuk diteliti. Dikutip detikINET dari News.com, Kamis (6/8/2009) kini websitenya telah di-restore dan penjagaan yang ekstra ketat telah diberlakukan. (sha/faw)