Seperti saat ramai tentang sengketa Pulau Ambalat, Manohara, fenomena Obama, pemilu legislatif, kematian Michael Jackson, dan yang paling update adalah pemilu presiden. Semua hal itu akan menaikkan jumlah serangan infrastruktur internet Indonesia.
Namun menurut Analis Senior tentang Keamanan Jaringan dan Pemantau Trafik Internet ID-SIRTII, IGN Mantra CEH, dari hasil pemantauan trafik untuk serangan infrastruktur internet Indonesia pada saat pilpres 8 Juli kemarin ada penurunan sebesar rata-rata 20% dari event yang lain yang biasanya terjadi rata-rata 1 juta serangan perhari.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hal ini mungkin disebabkan karena aktivitas hacker itu sendiri untuk tidak melakukan penetrasi serangan bisa jadi malah si hacker sedang memonitor hasil pilpres, hal yang lain mungkin disebabkan event ini (pilpres-red.) tidak terlalu menarik dan tidak menguntungkan bagi si hacker," jelasnya kepada detikINET, Senin (13/7/2009).
Sementara model serangan yang dijalankan pada saat pilpres kemarin adalah para dedemit maya mencoba dengan model serangan yang lain, seperti http_inspect: NON-RFC DEFINED CHAR mencapai 22%.
"Dengan kata lain hacker mencoba untuk memasukkan password admin kepada system dan DDOS attacking yang akan dapat mengganggu kinerja system bahkan dapat melumpuhkannya bila tidak segera diatasi," pungkas Mantra.
(ash/ash)