Hal itu terungkap setelah sebuah biro sekuriti bernama Tiversa yang memonitor jaringan file sharing peer to peer, berhasil menemukan penerobosan sekuriti yang melibatkan data Marine One.
Dikutip detikINET dari FoxNews, Selasa (3/3/2009), pekerja Tiversa menemukan informasi sensitif mengenai Marine One di alamat IP yang berbasis di Teheran, Iran. Informasi tersebut termasuk data teknis helikopter dan besarnya biaya pembuatan Marine One.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bobback juga menambahkan, bukan hanya Iran yang selalu berusaha meraup data semacam itu, tetapi juga negara seperti China, Yaman, Qatar dan Pakistan. Saat ini, pemerintah AS sedang menginvestigasi kasus tersebut. (fyk/ash)