Sikap tegas tersebut sebagai upaya dari Uni Eropa untuk memerangi kejahatan dunia maya (cybercrime) yang belakangan ini kian menggila.
Rencananya, penegak hukum Eropa -- Europol -- akan digelontorkan dana 300 ribu euro untuk membangun sistem peringatan yang juga menjadi tempat pelaporan cybercrime ini. Mereka akan menangani kejadian seperti pencurian identitas online, pemalsuan data elektronik dan lainnya yang akan mencakup 27 negara anggota.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Strategi ini akan mendorong kerja sama dan pertukaran informasi antar negara anggota," ujar Jacques Barrot, Vice President Komisi Eropa, seperti dikutip detikINET dari Cnet, Jumat (5/12/2008).
Diharapkan, strategi untuk memerangi cybercrime ini dapat lebih efisien dan para pemangku kepentingan memiliki komitmen untuk pelaksanaannya. "Jika demikian, kami juga tidak segan untuk mendukung mereka, baik dalam segi finansial dan tenaga," pungkas Barrot.
(ash/ash)