Spammer -- penyebar spam -- terus menggunakan topik ekonomi sebagai tipu muslihat dalam menyebarkan pesan mengikuti kondisi ekonomi dunia yang juga tengah labil. Mereka benar-benar memanfaatkan rasa penasaran masyarakat yang menunggu-nunggu soal kejelasan perekonomian dunia.
Tingkat spam pada bulan Oktober 2008 sendiri mencapai 76,4 persen dari seluruh pesan yang terkirim. Tingkat spam ini menunjukkan peningkatan year on year (YoY) hampir 6% ketimbang Oktober 2007. Pun demikian, merupakan penurunan jika dibandingkan bulan Agustus 2008 yang mencapai 80 persen.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pesan tersebut menyebutkan bahwa Paulson telah diberi perintah oleh PBB untuk mengirimkan uang sejumlah US$ 1 juta ke rekening Bank si penerima pesan. Namun, untuk memperoleh uang tersebut si calon korban diperintahkan untuk memberikan informasi pribadi.
Isu seputar pemilihan presiden AS juga menjadi primadona para spammer di bulan Oktober. Untuk spam jenis ini, biasanya si penerima pesan diajak untuk mengikuti survei pemilu dengan diiming-imingi gift card gratis.
Lalu juga ada yang menawarkan DVD gratis Barack Obama. Meski demikian, untuk mendapat video 'gratis' ini, penerima pesan harus memberikan data kartu kredit pribadi ke pengirim.
Selain itu, masih menurut observasi Symantec, spam lotere juga masih menjadi alat pancing para pengguna internet. Dua spam lotere yang paling mencolok di bulan Oktober 2008 adalah terkait penyelenggaraan Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan dan Olimpiade 2012 di London. (ash/fyk)