Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Email Penting Sering Mental Karena Salah Otentikasi

Email Penting Sering Mental Karena Salah Otentikasi


- detikInet

Jakarta - Pengusaha A: "Sampai lewat deadline begini, kenapa proposal bisnis yang kemarin tidak juga kamu follow up?"
Pengusaha B: "Proposal bisnis yang mana?"
Pengusaha A: "Proposal bisnis terakhir kita, yang waktu itu saya kirimkan via email?"
Pengusaha B: "Wah, beneran saya belum terima. Coba saya cek kembali."
Pengusaha A: "Waduh, hilang sudah puluhan miliar."

Β 
Sebagian pelaku bisnis di Tanah Air mungkin pernah dihadapkan dengan masalah seperti ini. Peluang bisnis di depan mata hilang seketika karena email penting yang ditunggu tak kunjung diterima.
Β 
Menurut lembaga riset IDC, hal ini seringkali disebabkan oleh "false alarm" dari proteksi email jaringan yang dipakai perusahaan. Filosofi yang dianut "guilty until proven innocent". Alhasil, email yang bukan spam atau virus seringkali di-blacklist dengan alasan melindungi bisnis.
Β 
Padahal menurut salah satu Vice President IDC untuk produk keamanan dan layanan, Chris Christiansen, email seharusnya diperlakukan dengan cara otentikasi positif.
Β 
"IDC percaya meskipun "false positif" kurang dari lima persen dari semua email yang tertangkap, kehilangan satu email penting bisa menjadi kehancuran bagi bisnis," demikian tulisnya ketika dikutip detikINET, Jumat (7/11/2008).
Β 
Otentikasi positif bisa tercapai dengan baik lewat landasan kerja yang menggabungkan daftar "accepted" dan heuristik pelengkap. Daftar "accepted" berfungsi dengan cara meneruskan secara otomatis email manapun dari seorang pengirim atau domain yang dikenal.
Β 
Berikutnya, setelah masuk daftar "accepted", heuristik lanjutan harus memeriksa dan menghapus email yang tidak terotentikasi, yang ternyata adalah spam, spyware, atau spoof. Email lain yang tidak terotentikasi atau teridentifikasi sebagai spam, akan dikarantina supaya pengguna bisa menerima atau menolaknya.
Β 
"Dengan menggunakan pemrosesan multibahasa dan karakter multibyte dalam heuristik, membuat perusahaan bisa mengidentifikasi dengan lebih baik spam dan spyware yang datang dalam berbagai bahasa yang seringkali terlewatkan oleh penyaring konten email dan blacklist konvensional," tulis IDC.
Β 
Metode proteksi email semacam ini dianggap dapat dipercaya dan dipercepat lewat sistem keamanan ke tujuan mereka masing-masing. Metode ini, menurut IDC, secara signifikan mengurangi atau menghilangkan "false positif" yang diakibatkan oleh metode penyaring konten email tradisional dan blacklist.
Β 
Ancaman Virus
Β 
Pasar manajemen keamanan konten telah menunjukan pertumbuhan yang sangat kuat selama beberapa tahun terakhir. Virus, spam, spyware, dan segala bentuk ancaman eksternal dan internal menjadi penyebab meningkatnya pasar dari tahun ke tahun.
Β 
IDC memperkirakan pasar manajemen keamanan konten akan meningkat dari US$ 4,5 miliar di 2004 menjadi US$ 10,5 miliar pada 2009 mendatang. Ini mewakili 18,7% tingkat pertumbuhan gabungan (compound annual growth rate atau CAGR).
Β 
Keamanan pesan berada di urutan kedua setelah pertumbuhan anti-spyware, masing-masing 30,9% dan 45,9%, selama periode perkiraan.
Β 
Sementara virus masih jadi kekhawatiran utama bagi perusahaan, spyware juga menghantui manajemen keamanan dan sistem.
Β 
"IDC percaya bahwa lebih dari 75% dari semua mesin korporat terinfeksi oleh berbagai macam spyware," pungkas Chris Christiansen. (rou/dwn)







Hide Ads