Demikian salah satu yang dilaporkan perusahaan keamanan komputer Symantec dalam laporan Spam Oktober 2008 yang diterima detikINET, Kamis (9/10/2008). "Dengan memanfaatkan perhatian yang mendalam terhadap kasus ini, spammer berharap dapat mengumpulkan informasi pribadi dari target mereka," sebut laporan itu.
Pengirim spam memang kerap memanfaatkan isu terbaru dalam memancing korbannya. Selain krisis finansial, berita seputar pemilihan presiden di Amerika Serikat pun jadi sasaran.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Symantec mencatatkan adanya peningkatan jumlah e-mail yang membawa program berbahaya sejak Juni 2008. Disebutkan bahwa kebanyakan program jahat menyebar dalam bentuk file .zip atau .rar (terkompresi). Selain itu ada juga pesan yang memang mengandung kode berbahaya di dalamnya.
Hingga pertengahan September 2008 persentase e-mail yang membawa program berbahaya mencapai 1.2 persen. Ini peningkatan yang cukup tajam dari hanya 0,1 persen pada Juni 2008.
Data tersebut dikumpulkan dari pengguna antivirus Symantec. Data diukur dari seluruh pesan e-mail, baik spam maupun asli.
Symantec mencatat juga spam unik yang menawarkan alat untuk melihat tembus pakaian beredar pada September 2008. Spam unik ini tentunya sekadar berupaya mendapatkan data pribadi korban yang terbujuk rayuan.
Berbagi info untuk menangkal virus komputer? Gabung di detikINET Forum!Β Β Β Β
(wsh/dwn)