Kini dengan dukungan robot angkasa canggih, Phoenix Lander, NASA berharap peruntungannya bisa berubah. Phoenix akan segera mendarat di Mars untuk menyelidiki aktivitas kehidupan yang mungkin pernah ada di sana.
"Kami mencoba menemukan tempat di Mars yang mungkin pernah punya lingkungan pendukung adanya kehidupan," tutur profesor Ray Advirson, salah satu pembesut Phoenix seperti dikutip detikINET dari ABCnet, Kamis (22/5/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Phoenix sendiri adalah sebuah robot geologis berkaki tiga dengan semacam pencangkul untuk mengeksplorasi tanah Mars. Sebelum melaksanakan misinya, Phoenix harus terlebih dulu sukses menembus atmosfer dan mendarat di Mars yang dijadwalkan pada 25 Mei mendatang.
Untuk diketahui, pendaratan di Mars bukan perkara gampang. Banyak upaya pendaratan pesawat angkasa ke planet itu gagal. Tak pelak, ilmuwan NASA pun dag dig dug karena jika Phoenix gagal mendarat, mereka harus rugi sampai USD 420 juta sebagai biaya misi ini.
Phoenix telah menempuh perjalanan ratusan juta mil selama berbulan-bulan dan diluncurkan dari Cape Canaveral, Florida. Robot bertenaga surya dan dibekali kamera super canggih ini akan berkomunikasi dengan bumi via dua pesawat angkasa NASA.
Ngobrol santai soal teknologi? Yuk, gabung di detikINET Forum! (fyk/fyk)