Sebuah kamera digital ditautkan di mesin penjual rokok ini. Sistem besutan Fujitaka Co tersebut akan menganalisa karakteristik wajah pembeli, seperti jumlah keriput di sekitar mata, struktur tulang dan kulit, kemudian dibandingkan dengan data lebih dari 100 ribu wajah orang yang telah dikumpulkan sebelumnya.
Selama ini Jepang telah menggunakan kartu pintar pengidentifikasi usia yang disebut "taspo" dan sistem yang dapat membaca usia dari Surat Izin Mengemudi (SIM), demikian seperti dikutip detikINET dari Softpedia, Rabu (14/5/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Hajime Yamamoto, juru bicara Fujitaka Co, sistem ini dapat mengidentifikasi secara akurat sekitar 90 persen konsumennya, sementara yang 10 persen dikirimkan ke 'zona abu-abu', yakni konsumen yang terlihat lebih tua, dan orang dewasa yang memiliki wajah kanak-kanak (baby face). Mereka yang masuk dalam kategori ini akan diminta memasukkan SIM mereka saat membeli rokok.
Di Negeri Sakura, usia legal untuk merokok adalah 20 tahun. Namun, berdasarkan survei yang digelar menteri kesehatan di tahun 2004, sekitar 13 persen remaja laki-laki dan 4 persen remaja perempuan usia 17-18 tahun merokok setiap hari.
Memiliki cerita menarik seputar serba-serbi teknologi? Ayo gabung di detikINET Forum!
(faw/faw)