×
Ad

Permafrost di Kanada Longsor, Bongkah Es Sebesar Rumah Jatuh Tak Terkendali

Rachmatunnisa - detikInet
Rabu, 28 Okt 2026 17:01 WIB
Pemandangan udara Sungai Redstone di Wilayah Barat Laut Kanada setelah tanah longsor besar yang jadi penelitian baru bagi sains. Foto: Duane Froese via Live Science
Jakarta -

Perubahan iklim memicu fenomena longsor yang tidak biasa di wilayah Arktik Kanada. Tanah beku yang selama ribuan tahun relatif stabil kini terlepas dari lereng dan meluncur dalam bongkahan besar, dengan sebagian balok material beku mencapai tinggi sekitar 10 meter atau setara rumah dua lantai.

Fenomena ini disebut permafrost detachment slides (PDS), yakni longsor ketika lapisan permafrost terlepas dari bagian bawahnya dan bergerak menuruni lereng sebagai massa besar yang masih membeku. Peneliti menyebutnya sebagai jenis longsor berbeda dari proses pencairan permafrost yang selama ini dikenal.

Dikutip dari Live Science, penelitian yang dipublikasikan di jurnal Geophysical Research Letters pada 23 September 2026 mengidentifikasi fenomena ini di wilayah Northwest Territories, Kanada. Para peneliti menduga kombinasi pemanasan iklim dan dampak kebakaran hutan menjadi pemicunya.

Joseph Young, pemimpin penelitian yang mengerjakan studi ini sebagai bagian dari program doktoralnya di University of Alberta, menggambarkan perubahan tersebut sebagai sesuatu yang mendadak.

"Wilayah ini sebelumnya stabil, lalu seolah-olah sebuah sakelar tiba-tiba berubah," kata Young.

Permafrost merupakan lapisan tanah, sedimen, atau batuan yang suhunya tetap berada pada titik beku atau lebih rendah selama setidaknya dua tahun berturut-turut. Lapisan ini banyak ditemukan di kawasan Arktik dan wilayah lintang tinggi lainnya.

Ketika permafrost menghangat dan mencair, material di dalamnya biasanya kehilangan kekuatan. Tanah yang mencair dapat berubah menjadi campuran lumpur dan air, lalu bergerak menuruni lereng.

Namun, longsor yang ditemukan di Kanada menunjukkan mekanisme berbeda. Material yang bergerak tidak seluruhnya mencair menjadi lumpur, melainkan mencakup bongkahan besar yang masih membeku.

"Biasanya, pada permafrost, semuanya mencair dan meleleh menjadi bubur, lalu bergerak menuruni lereng seperti lumpur," ujar Young.

"Tetapi pada longsor besar ini, kami menemukan bongkahan material yang masih membeku di antara puing-puingnya," lanjutnya.



Simak Video "Video: Kenapa Musim Kemarau dan Hujan Makin Sulit Dibedakan?"


(rns/fay)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork