×
Ad

Ekspedisi ke Objek Misterius Diduga Pesawat Amelia Earhart Berakhir Buntu

Fino Yurio Kristo - detikInet
Selasa, 20 Okt 2026 11:45 WIB
Foto: Amelia Earhart (The Paragon Agency/AFP/File)
Jakarta -

Ekspedisi baru-baru ini ke pulau terpencil di Pasifik Selatan untuk mencari puing pesawat Amelia Earhart yang hilang, tidak membuahkan hasil.

Peneliti tidak menemukan bukti konklusif bahwa Earhart mendaratkan pesawat Lockheed 10E Electra di atau dekat atol (pulau karang) kecil di selatan lokasi pemberhentian awal penerbangannya yang nahas hampir 90 tahun lalu.

Perjalanan ke lokasi yang dicurigai, yakni Pulau Nikumaroro, merupakan upaya gabungan yang dipimpin Archaeological Legacy Institute (ALI) dan Purdue University. Tim yang terdiri dari 17 orang peneliti dan teknisi tiba di pulau itu 12 Oktober.

Tujuan utamanya adalah memeriksa sebuah objek buram di laguna yang dikenal sebagai Objek Taraia, pertama kali terdeteksi dalam citra satelit tahun 2020. Pemimpin tim dan arkeolog Rick Pettigrew meyakini bentuk menyerupai pesawat itu adalah puing pesawat Earhart.

Namun, ekspedisi tersebut tidak menemukan bukti konklusif untuk mengonfirmasi hipotesis bahwa puing-puing pesawat Earhart berada di sebuah laguna di atol terpencil di Pasifik Selatan.

Anomali visual dalam citra satelit enam tahun lalu kemungkinan besar adalah kumpulan pohon besar tertumpuk. "Saat tim tiba di lokasi, sebagian besar puing telah hancur dan hanyut," sebut Purdue University.

"Bukti untuk hipotesis orang terdampar, yang membawa kami ke sini, tetap sangat kuat. Kami pikir sangat mungkin Amelia dan navigatornya, Fred Noonan, pada kenyataannya berakhir di sini, di Pulau Nikumaroro," kata Pettigrew, direktur eksekutif ALI.

Misteri Amelia Earhart

Earhart dan Noonan menghilang 2 Juli 1937, di tengah upaya berani menjadi wanita pertama yang terbang mengelilingi dunia. Pasangan ini terakhir kali terlihat lepas landas dari Lae, Nugini, dalam perjalanan yang diperkirakan memakan waktu 18 jam menuju Pulau Howland, daratan kecil di Samudra Pasifik.

Selama puluhan tahun, sejarawan dan peneliti memperdebatkan bagaimana dan di mana ia menghilang. Kesimpulan resmi pencarian yang dipimpin pemerintah AS segera setelah kehilangannya, menunjukkan Earhart dan Noonan kehabisan bahan bakar dan pesawat Electra mereka jatuh ke Pasifik di dekat lokasi tujuan.

Pihak lain, seperti para pemimpin ekspedisi terbaru ini, mencurigai bahwa Earhart dan Noonan mendaratkan pesawat mereka sejauh 644 kilometer di atau di dekat Pulau Nikumaroro dan terdampar hingga kemungkinan tewas karena kehausan atau kelaparan.

Upaya berulang kali untuk menemukan pesawat Earhart, termasuk pencarian lain di sekitar Nikumaroro, belum menemukan petunjuk baru.

"Pulau Nikumaroro telah disusuri lebih dari 15 kali, tanpa hasil. Mereka adalah satu dari sekian banyak pihak yang belum menemukan bukti autentik tentang keberadaan pesawat Electra atau Amelia atau Noonan di Nikumaroro" kata Dorothy Cochrane, pakar Earhart.

Di 2024, perusahaan eksplorasi laut Deep Sea Vision mendeteksi bentuk menyerupai pesawat di laut sekitar 160 kilometer jauhnya dari Howland, tapi itu ternyata hanyalah batuan.

Ekspedisi tahun 2019 ke Nikumaroro yang dipimpin ahli oseanografi Bob Ballard, penemu bangkai kapal Titanic, juga berakhir dengan kekecewaan.

Peneliti dalam pencarian terbaru ini menyurvei laguna Nikumaroro dengan magnetometer yang mendeteksi besi dan menggunakan teknologi sonar untuk mencari objek di bawah endapan dasar laguna. "Kami mencapai tujuan utama kami, yaitu datang ke sini dan menguji hipotesis tersebut," kata Pettigrew.

Nikumaroro, yang saat ini bagian dari Republik Kiribati, adalah pulau tak berpenghuni yang dikelilingi terumbu karang di Pasifik Selatan. Pulau ini sangat terpencil sehingga tim membutuhkan waktu lima hari untuk mencapainya melalui jalur laut dari ibu kota Kiribati.

Yayasan Riset Purdue mendanai pesawat Lockheed Electra milik Earhart, dan Earhart berniat mengembalikan pesawat tersebut ke Purdue setelah menyelesaikan penerbangan bersejarahnya.

Earhart sudah sangat dekat dengan tujuannya saat menghilang. Ia terbang 35.405 kilometer saat terakhir kali terlihat, dan menyisakan 11.265 kilometer lagi untuk diselesaikan.

Pencarian Purdue untuk pesawat Earhart kemungkinan besar bukanlah yang terakhir. Perusahaan eksplorasi laut dalam, Nauticos, mencoba mengumpulkan USD 8 hingga 10 juta untuk mendanai apa yang mereka harapkan menjadi ekspedisi terakhir ke lautan di sekitar Pulau Howland.



Simak Video "Video Detik-detik Evakuasi Pilot AMA di Yahukimo yang Tewas Ditembak KKB"

(fyk/afr)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork