Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
NASA Pamer 'Hantu' 5 Bintang Meledak dalam Satu Foto

NASA Pamer 'Hantu' 5 Bintang Meledak dalam Satu Foto


Adi Fida Rahman - detikInet

NASA Pamer Hantu 5 Bintang Meledak dalam Satu Foto
NASA Pamer 'Hantu' 5 Bintang Meledak dalam Satu Foto Foto: Stephane Vetter & Yann Sainty via NASA
Jakarta -

Sebuah foto luar angkasa menakjubkan memperlihatkan jejak kematian lima bintang raksasa dalam satu bidang pandang. NASA menyebutnya sebagai "The Ghosts of Five Supernovas" atau hantu dari lima supernova.

Foto tersebut dipilih NASA sebagai Astronomy Picture of the Day (APOD) pada 24 September 2026. Gambar karya Stephane Vetter dan Yann Sainty itu membutuhkan sekitar 200 jam observasi untuk menghasilkan pemandangan langit yang luar biasa luas.

Pengamatan dilakukan dari OukaΓ―meden Observatory di Maroko. Area langit yang tertangkap berada di konstelasi Auriga dan luasnya setara dengan sekitar 1.000 Bulan purnama jika disusun berdampingan di langit.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

Namun, jangan bayangkan lima bintang tersebut baru saja meledak secara bersamaan.

Yang terlihat dalam foto adalah supernova remnants atau sisa ledakan lima bintang berbeda. Dari kiri ke kanan, NASA mengidentifikasinya sebagai G181.1+9.5, G182.4+4.3, G179.0+2.6, G180.0βˆ’1.7, dan G178.2βˆ’4.2.

Salah satunya, G180.0βˆ’1.7, mungkin lebih dikenal dengan nama Spaghetti Nebula atau Sh2-240. Bentuknya berupa jaringan filamen tipis yang membentang di ruang angkasa.

Ketika sebuah bintang masif mengalami supernova, ledakan dahsyatnya melemparkan material ke luar. Material tersebut terus mengembang dan bertabrakan dengan gas di ruang antarbintang, membentuk cangkang gas dan struktur filamen.

Jejak proses itulah yang menghasilkan pemandangan berwarna-warni dalam foto. NASA menjelaskan warna merah menunjukkan emisi hidrogen, sementara struktur berwarna biru berasal dari oksigen.

Menariknya, kelima supernova itu tidak berada pada jarak yang sama dari Bumi. Mereka berada hingga beberapa ribu tahun cahaya jauhnya dan ledakannya terjadi secara terpisah.

Usianya pun sangat tua. NASA memperkirakan beberapa sisa ledakan tersebut sudah berumur hingga puluhan ribu tahun.

Artinya, manusia purba kemungkinan hidup ketika beberapa ledakan bintang tersebut terjadi. Jika berada pada lokasi dan waktu yang memungkinkan untuk melihatnya, supernova itu mungkin tampak dari Bumi sebagai "bintang baru" sangat terang sebelum perlahan meredup dalam hitungan minggu atau bulan.

Foto ini juga memuat objek langit lainnya. NASA menandai gugus bintang terbuka M37 serta Tadpole Nebula dalam versi gambar yang telah diberi anotasi.

Proses pembuatannya juga tak kalah mengesankan. Data fotografi dikumpulkan sebagai mosaik sepuluh panel dengan total waktu integrasi 196 jam 40 menit, atau hampir 200 jam. Jadi angka tersebut bukan berarti kamera membuka shutter terus-menerus selama delapan hari, melainkan akumulasi banyak pemotretan yang kemudian digabungkan menjadi satu gambar.

Hasil akhirnya menjadi semacam kuburan kosmik raksasa: jejak lima bintang yang telah mati, tetapi bekas ledakannya masih dapat kita lihat ribuan hingga puluhan ribu tahun kemudian.



(afr/afr)




Hide Ads