Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Trump Permudah Perburuan Serigala Terancam Punah, Statusnya Kritis

Trump Permudah Perburuan Serigala Terancam Punah, Statusnya Kritis


Aisyah Kamaliah - detikInet

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menghadiri Konvensi Nasional Partai Republik untuk Pemilu Paruh Waktu di Dallas, Texas, Amerika Serikat, Rabu (9/9/2026). REUTERS
Presiden Trump tandatangani perintah eksekutif yang mempermudah perburuan serigala abu-abu dan Meksiko, memicu kontroversi perlindungan spesies terancam. Foto: REUTERS
Jakarta -

Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah menandatangani perintah eksekutif yang dapat mempermudah perburuan serigala abu-abu dan subspesiesnya yang terancam punah secara kritis, yaitu serigala Meksiko.

Perintah ini muncul di tengah penurunan jumlah kawanan ternak sapi AS ke tingkat terendah dalam 75 tahun terakhir. Langkah ini dipandang sebagai upaya untuk meredakan kekhawatiran para peternak serta petani mengenai tekanan yang kian meningkat pada industri tersebut.

Tekanan yang mengancam petani dan peternak memang menggelisahkan di mana telah menyebabkan harga daging sapi melonjak hingga mencapai rekor tertinggi. Akan tetapi, perizinan ini menjadi sebuah malapetaka bagi keberadaan serigala langka.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

"Ini adalah pengalihan isu besar-besaran untuk menyenangkan segelintir peternak dan membuat mereka percaya bahwa serigala merupakan ancaman yang lebih besar dibandingkan kebijakan Presiden Trump sendiri," tutur Greta Anderson, wakil direktur Western Watersheds Project, dalam pernyataan bersama dari sejumlah organisasi konservasi.

"Dampak keberadaan serigala terhadap industri peternakan tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan dampak perjanjian perdagangan terkini serta realitas beternak di wilayah Barat yang gersang di tengah kondisi iklim yang terus berubah," imbuhnya.

Lebih dari sekadar soal serigala

Pada awal abad ke-20, serigala abu-abu telah diburu hingga punah di sebagian besar wilayah Amerika Serikat daratan. Hanya satu populasi yang bertahan hidup di timur laut Minnesota.

Akibatnya, serigala abu-abu dimasukkan ke dalam daftar Endangered Species Act (Undang-Undang Spesies Terancam Punah). Awalnya sebagai subspesies, tetapi statusnya ditingkatkan menjadi tingkat spesies pada tahun 1978.

Hal ini berarti tindakan mengganggu, melukai, memburu, atau menangkap serigala di sebagian besar wilayah sebaran mereka adalah tindakan ilegal.

Melansir IFLScience, Senin (14/9/2026), saat ini diperkirakan terdapat sekitar 18.000 ekor serigala abu-abu yang hidup di AS. Konsentrasi terbesarnya berada di negara-negara bagian wilayah utara dan timur.

Pemerintah AS berupaya memperkuat industri peternakan sapi menyusul langkah pengurangan sementara tarif impor daging sapi yang bertujuan menurunkan harga di dalam negeri. Hal ini memicu kemarahan para peternak yang merasa kebijakan tersebut melemahkan industri mereka.

Akibatnya, Trump menandatangani perintah eksekutif yang menginstruksikan Menteri Dalam Negeri untuk meninjau status keterancaman punah serigala abu-abu dengan tujuan menghapusnya dari daftar perlindungan. Langkah ini akan membuka jalan bagi para peternak untuk menembak serigala yang mengancam kawanan ternak mereka.

Kondisi yang terjadi saat ini

Situasi populasi serigala abu-abu Meksiko jauh dari kata baik jika dibandingkan dengan populasi serigala abu-abu yang lebih luas di wilayah utara. Sebagai subspesies asli Arizona dan New Mexico, jumlah mereka sempat menyusut hingga tinggal beberapa puluh ekor saja pada tahun 1990-an.

Kabar baiknya, program penangkaran intensif dan pelepasliaran berhasil meningkatkan jumlah populasi mereka menjadi 319 ekor pada tahun 2025.

Kendati demikian, serigala-serigala ini tidak begitu disukai karena diperkirakan bertanggung jawab atas sekitar 0,65% kematian sapi di wilayah tersebut, meskipun angka itu jauh lebih rendah dibandingkan tingkat kematian anak sapi akibat penyebab lain yang mencapai sekitar 6%.

"Serigala Meksiko bukanlah masalahnya; masalah sebenarnya terletak pada pendekatan pemerintah dalam menangani konflik yang diklaim terjadi tersebut," kata Regan Downey, direktur pendidikan dan advokasi di Wolf Conservation Center, dalam sebuah pernyataan bersama.

Jika pemerintah benar-benar ingin mendukung para peternak, mereka akan memprioritaskan peningkatan pendanaan untuk inisiatif non-mematikan guna menciptakan solusi jangka panjang. Begitu pendapat Downey.

Bukan Kebijakan Pertama Trump

Ini bukan kali pertama pemerintah AS berupaya menghapus status perlindungan bagi serigala abu-abu. Pada tahun 2020, pemerintahan Trump mencabut perlindungan federal bagi serigala, namun perlindungan tersebut dipulihkan kembali pada tahun 2022 setelah organisasi-organisasi pelestari satwa liar menggugat keputusan itu di pengadilan.

Jika rencana pencabutan status perlindungan yang baru ini terlaksana, langkah tersebut diperkirakan kuat akan kembali digugat di pengadilan.

"Serigala Meksiko sangat membutuhkan perlindungan lebih dan penghentian persekusi, namun perintah eksekutif Trump justru melakukan hal yang sebaliknya," ujar Michael Robinson, seorang advokat konservasi senior di Center for Biological Diversity, dalam pernyataannya.

Robinson dan kawan-kawan mengaku siap membuktikan di pengadilan bahwa penurunan status perlindungan serigala Meksiko serta lonjakan tajam angka pembunuhan terhadap hewan tersebut tidak hanya kejam, tetapi juga sangat tidak bijaksana dan melanggar hukum.

Menteri Dalam Negeri memiliki waktu 90 hari untuk melakukan penilaian dan melaporkan apakah usulan ini akan disetujui atau tidak.



(ask/ask)




Hide Ads