×
Ad

Ukiran Kereta Perang 2.000 Tahun Ungkap Teknologi China Kuno

Rachmatunnisa - detikInet
Sabtu, 05 Sep 2026 19:38 WIB
Foto: Global Times
Jakarta -

Sebuah ukiran batu berusia sekitar 2.000 tahun ditemukan di Pegunungan Helan, China. Yang membuatnya istimewa bukan sekadar usianya, melainkan objek yang digambarkan, kereta perang yang ditarik empat ekor kuda.

Arkeolog menyebut temuan ini sangat langka dan menjadi ukiran kereta empat kuda pertama yang ditemukan di kawasan tersebut. Ukiran itu ditemukan dalam survei arkeologi terbaru di Pegunungan Helan, wilayah Ningxia, China barat laut.

Dikutip dari Global Times, gambar pada permukaan batu memperlihatkan sebuah kereta dengan empat kuda yang ditarik berdampingan. Detail tersebut memberikan petunjuk tentang bagaimana masyarakat pada masa lalu menggambarkan kendaraan, hewan, dan kemungkinan struktur sosial mereka.

Temuan ini juga menarik karena Pegunungan Helan memang dikenal memiliki ribuan ukiran batu kuno. Sebagian besar menggambarkan manusia, hewan, adegan berburu, serta berbagai simbol yang dibuat oleh masyarakat yang hidup di kawasan tersebut selama ribuan tahun.

Namun, gambaran kereta perang dengan empat kuda memiliki arti khusus. Kereta berkuda merupakan teknologi transportasi sekaligus simbol kekuasaan pada banyak masyarakat kuno. Kendaraan semacam ini membutuhkan keahlian dalam pembuatan roda dan rangka, kemampuan melatih kuda, serta teknik mengendalikan beberapa hewan secara bersamaan.

Kereta perang juga berkaitan erat dengan perkembangan militer pada masa kuno. Karena itu, gambar kereta empat kuda dapat memberikan informasi mengenai hubungan masyarakat di kawasan Pegunungan Helan dengan teknologi dan budaya yang berkembang di China pada masa tersebut.

Para arkeolog memperkirakan ukiran tersebut berasal dari periode sekitar Dinasti Han, yang berlangsung antara 202 SM hingga 220 M. Pada masa itu, kereta masih memiliki peran penting dalam kehidupan militer dan simbolik, meskipun penggunaan pasukan berkuda semakin berkembang.

Yang menarik, para peneliti tidak hanya menemukan gambar kereta. Mereka juga mencatat adanya ukiran lain di kawasan sekitarnya yang menggambarkan manusia dan hewan. Kumpulan gambar tersebut seperti sebuah arsip visual yang dibuat sebelum fotografi, tulisan sejarah modern, maupun dokumentasi ilmiah tersedia.

Setiap gambar memang tidak otomatis bisa diterjemahkan sebagai catatan sejarah yang lengkap. Namun, ketika dibandingkan dengan artefak, situs pemukiman, dan temuan arkeologi lainnya, ukiran batu dapat membantu ilmuwan menyusun kembali gambaran kehidupan masyarakat masa lalu.

Arkeolog juga menyoroti bahwa kereta dengan empat kuda bukan kendaraan sederhana. Semakin banyak kuda yang digunakan, semakin rumit pula sistem kendali dan keterampilan yang dibutuhkan untuk mengoperasikannya.

Karena itu, keberadaan gambar semacam ini dapat menunjukkan bahwa masyarakat di wilayah tersebut mengenal atau setidaknya mengetahui teknologi kereta yang cukup maju. Temuan tersebut juga memperlihatkan bagaimana informasi dan budaya dapat menyebar melintasi wilayah yang luas.

Pegunungan Helan berada di kawasan yang secara geografis menghubungkan berbagai wilayah China bagian utara dengan kawasan stepa Eurasia. Selama ribuan tahun, daerah tersebut menjadi tempat pertemuan kelompok masyarakat dengan gaya hidup, teknologi, dan tradisi yang berbeda.

Karena itu, satu ukiran kereta tidak hanya berbicara tentang kendaraan. Ia bisa menjadi petunjuk mengenai pergerakan manusia, pertukaran budaya, teknologi militer, hingga hubungan antarkelompok masyarakat pada masa lalu.

Para arkeolog masih perlu melakukan penelitian lebih lanjut untuk memastikan usia dan konteks pasti ukiran tersebut. Mereka juga akan membandingkannya dengan temuan kereta dan ukiran serupa di wilayah lain.

Penemuan ini menunjukkan bahwa batu di Pegunungan Helan bukan sekadar permukaan batu biasa. Selama ribuan tahun, manusia meninggalkan gambar di sana untuk merekam dunia yang mereka lihat. Kini, para ilmuwan menggunakan teknologi pemetaan dan dokumentasi modern untuk membaca kembali jejak tersebut.

Satu gambar kereta dengan empat kuda mungkin terlihat sederhana. Namun bagi arkeolog, detail kecil itu bisa menjadi potongan puzzle untuk memahami bagaimana manusia hidup, bepergian, berperang, dan berinteraksi sekitar 2.000 tahun lalu.



Simak Video "Video Terpopuler Sepekan: Banjir Bandang Nepal-2 Kali Praperadilan Febrie Ditolak"

(rns/rns)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork