Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Gunung Es Raksasa Lepas dari Antartika, Dunia Rahasia di Bawahnya Terungkap

Gunung Es Raksasa Lepas dari Antartika, Dunia Rahasia di Bawahnya Terungkap


Rachmatunnisa - detikInet

The worlds largest iceberg, named A23a, is seen in Antarctica, January 14, 2024, in this picture obtained from social media.  Rob Suisted - http://naturespic.com/via REUTERS  THIS IMAGE HAS BEEN SUPPLIED BY A THIRD PARTY. MANDATORY CREDIT.
Ilustrasi gunung es Antartika. Foto: Rob Suisted via REUTERS
Jakarta -

Ketika gunung es raksasa bernama A-84 terlepas dari lapisan es Antartika, para ilmuwan segera bergerak ke wilayah yang baru terbuka. Mereka tidak menyangka akan menemukan sesuatu yang selama ini tersembunyi di bawahnya, ekosistem laut yang dipenuhi spons, karang, gurita, ikan es, hingga laba-laba laut raksasa.

A-84 pecah dari George VI Ice Shelf pada 13 Januari 2025. Luas gunung es tersebut mencapai sekitar 510 kilometer persegi, kurang lebih hampir 80% luas Jakarta. Hanya 12 hari kemudian, tim ilmuwan yang berada di kapal penelitian Falkor (too) berhasil mencapai dasar laut yang sebelumnya tertutup lapisan es tersebut.

Mereka menggunakan robot bawah laut yang dikendalikan dari jarak jauh, ROV SuBastian, untuk menjelajahi kawasan tersebut. Selama delapan hari, robot itu merekam kondisi dasar laut hingga kedalaman 1.300 meter.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hasilnya mengejutkan. Alih-alih menemukan dasar laut yang tandus, kamera justru memperlihatkan komunitas organisme dalam jumlah besar. Spons dan karang berukuran besar membentuk semacam 'hutan' bawah laut yang menjadi tempat hidup berbagai hewan.

Ada gurita, ikan es, laba-laba laut raksasa, anemon, cacing, dan bintang ular laut. Padahal, kawasan tersebut telah tertutup lapisan es sekitar 150 meter selama waktu yang sangat lama.

ADVERTISEMENT

Temuan ini memunculkan pertanyaan besar, dari mana makanan ekosistem tersebut berasal? Ekosistem laut pada umumnya mendapatkan pasokan energi dari permukaan. Organisme mikroskopis seperti fitoplankton menggunakan cahaya Matahari untuk berfotosintesis. Ketika mati, sebagian material organik kemudian tenggelam ke dasar laut dan menjadi sumber makanan bagi organisme di bawahnya.

Namun, kondisi di bawah lapisan es Antartika berbeda. Cahaya Matahari tidak dapat menembus lapisan es setebal puluhan hingga ratusan meter. Selain itu, lapisan es menghalangi masuknya material organik dari permukaan secara langsung.

Meski demikian, kehidupan tetap berkembang. Salah satu kemungkinan yang sedang diteliti adalah arus laut. Air laut yang bergerak di bawah lapisan es dapat membawa oksigen, partikel organik, dan nutrisi dari wilayah lain.

Makhluk di bawah es AntartikaSeekor gurita beristirahat di dasar laut pada kedalaman 1.150 meter di Laut Bellingshausen, di area yang baru dapat diakses setelah bongkahan es A-84 terlepas dari Lapisan Es George VI. Foto: ROV SuBastian/Schmidt Ocean Institute

Tim peneliti memang menemukan indikasi adanya pergerakan air dan lelehan gletser di kawasan tersebut. Namun, mereka belum mengetahui secara pasti bagaimana seluruh ekosistem memperoleh energi dan makanan.

Dr Patricia Esquete dari University of Aveiro, Portugal, yang menjadi salah satu pemimpin ekspedisi, mengaku terkejut melihat kondisi dasar laut tersebut.

"Kami tidak menyangka akan menemukan ekosistem yang begitu indah dan berkembang pesat. Berdasarkan ukuran hewan-hewan tersebut, komunitas yang kami amati telah berada di sana selama puluhan tahun, mungkin bahkan ratusan tahun," ujarnya seperti dikutip dari ScienceBlog.

Artinya, ekosistem tersebut kemungkinan sudah berkembang jauh sebelum A-84 terlepas. Gunung es tidak menciptakan kehidupan baru di dasar laut. Sebaliknya, perginya A-84 hanya membuka akses menuju dunia yang sudah lama ada di sana.

Para ilmuwan memperkirakan sebagian organisme yang ditemukan telah hidup di kawasan tersebut selama puluhan hingga mungkin ratusan tahun. Salah satu petunjuknya adalah ukuran spons dan karang yang tumbuh sangat lambat.

Namun, usia tersebut masih berupa perkiraan berdasarkan ukuran dan karakter pertumbuhan organisme. Para peneliti belum menentukan usia setiap hewan secara langsung. Karena itu, temuan ini tidak berarti semua gurita, ikan, atau laba-laba laut yang terlihat telah hidup selama ratusan tahun.

Yang lebih penting adalah ekosistemnya kemungkinan telah bertahan dalam kondisi ekstrem untuk waktu yang sangat lama. Temuan ini menjadi semakin penting karena sebelumnya ilmuwan hanya memiliki sedikit kesempatan untuk melihat kehidupan di bawah lapisan es Antartika.

Pada 2021, peneliti British Antarctic Survey menemukan tanda-tanda kehidupan dasar laut di bawah Filchner-Ronne Ice Shelf. Namun, penelitian tersebut dilakukan melalui lubang bor yang relatif sempit.

Ekspedisi A-84 menawarkan kesempatan yang jauh lebih besar. ROV SuBastian dapat bergerak melintasi area luas, merekam habitat dalam tiga dimensi, mendekati organisme, serta mengambil sampel biologis dan geologis. Dengan begitu, ilmuwan tidak hanya mengetahui bahwa kehidupan ada di sana, tetapi juga dapat mempelajari bagaimana komunitas tersebut tersusun.

Beberapa organisme bahkan diduga merupakan spesies yang belum pernah dideskripsikan secara ilmiah. Dugaan ini masih membutuhkan penelitian lebih lanjut melalui pemeriksaan morfologi, DNA, dan perbandingan dengan spesies yang sudah diketahui.

Di sinilah A-84 menjadi penting bagi ilmu pengetahuan. Peristiwa pecahnya gunung es biasanya dipandang sebagai bagian dari dinamika lapisan es Antartika. Namun, bagi para ahli biologi laut, kejadian tersebut justru membuka laboratorium alam yang selama ini nyaris mustahil dijangkau.

Kini, kondisi kawasan itu mulai berubah. Setelah lapisan es pergi, cahaya dapat mencapai permukaan laut dan lebih banyak material dari permukaan berpotensi masuk ke ekosistem dasar laut. Arus dan kondisi kimia air juga dapat berubah.

Para ilmuwan memiliki kesempatan langka untuk menjadikan kondisi saat ini sebagai titik awal pengamatan. Dengan penelitian lanjutan, mereka dapat melihat bagaimana komunitas yang selama ratusan tahun hidup dalam kegelapan akan merespons ketika lingkungan di atasnya berubah.



(rns/rns)




Hide Ads