×
Ad

Lubang Raksasa Siberia Bongkar Rahasia 650 Ribu Tahun, Ungkap Ada Bahaya

Rachmatunnisa - detikInet
Kamis, 03 Sep 2026 08:45 WIB
Kawah Batagaikan di Siberia tampak dari udara. Foto: New Atlas
Jakarta -

Sebuah lubang raksasa di Siberia terus membesar dan perlahan membuka sesuatu yang terkubur selama ratusan ribu tahun. Dari dalam dindingnya, ilmuwan menemukan lapisan tanah, es, sisa tumbuhan hingga jasad hewan Zaman Es yang selama ini tersimpan di dalam tanah beku.

Lubang yang disebut Batagaika Crater atau Kawah Batagaika ini, sebenarnya bukan kawah akibat tumbukan meteor. Batagaika merupakan mega-slump, yakni longsoran besar yang terbentuk ketika permafrost atau tanah yang membeku dalam waktu sangat lama mencair lalu ambruk. Letaknya di Dataran Tinggi Yana, Siberia timur laut.

Yang membuatnya luar biasa, lapisan permafrost yang tersingkap di bagian bawah diperkirakan berusia hingga 650 ribu tahun. Dengan kata lain, lubang yang terus membesar ini seperti membuka arsip alam yang merekam perubahan lingkungan Siberia sejak ratusan ribu tahun lalu.

Namun, di balik nilai ilmiahnya, Batagaika juga menyimpan pesan yang jauh lebih mengkhawatirkan, tanah beku yang selama ribuan tahun stabil kini mencair dengan cepat. Dinding Batagaika memperlihatkan lapisan-lapisan tanah dan es yang terbentuk pada periode berbeda.

Setiap lapisan menyimpan petunjuk mengenai kondisi lingkungan pada masanya, mulai dari vegetasi hingga hewan yang pernah hidup di kawasan tersebut. Pengamatan satelit bahkan memungkinkan ilmuwan melacak perkembangan Batagaika selama sekitar 60 tahun, mulai dari arsip satelit yang dideklasifikasi pada 1960-an hingga citra Landsat dan Copernicus Sentinel-2 modern.

Dari lapisan yang mencair, para ilmuwan menemukan berbagai sisa hewan Zaman Es. Salah satunya adalah anak kuda dari spesies kuda yang telah punah, diperkirakan berusia sekitar 42 ribu tahun, yang ditemukan pada 2018.

Ada pula sisa Lena horse, bison stepa purba, serta jejak hewan seperti singa gua dan serigala. Potongan kayu yang ditemukan di sedimen juga menunjukkan bahwa kawasan tersebut pernah memiliki hutan cemara dan pinus, berbeda jauh dengan kondisi vegetasi Siberia sekarang.

Bagi ilmuwan, setiap meter lapisan Kawah Batagaika yang terbuka seperti halaman baru dari buku sejarah Bumi. Foto: Live Science

Penelitian DNA purba di sedimen Batagay juga menunjukkan betapa kaya informasi yang tersimpan di dalam permafrost. Analisis genetik dapat mengungkap keberadaan tumbuhan, hewan, mikroorganisme, hingga perubahan ekosistem selama periode Pleistosen.

Karena itu, Batagaika bukan sekadar lubang besar. Bagi ilmuwan, setiap meter lapisan yang terbuka seperti halaman baru dari buku sejarah Bumi. Masalahnya, 'buku' itu sedang terbuka karena tanahnya mencair.

Batagaika mulai berkembang secara signifikan beberapa dekade lalu. Ketika suhu meningkat dan kondisi hutan berubah, tanah beku di kawasan tersebut semakin tidak stabil. Menurut European Space Agency (ESA), Batagaika kini memiliki panjang sekitar 1 kilometer, kedalaman sekitar 100 meter, dan terus melebar dengan kecepatan sekitar 30 meter per tahun.

Karena itulah menghentikan proses pada struktur sebesar Batagaika bukan perkara mudah. Dari udara, bentuknya bahkan terlihat seperti kecebong atau ikan pari. Namun, bentuk unik tersebut menyembunyikan persoalan yang lebih serius.

Permafrost menyimpan sejumlah besar material organik yang membeku selama ribuan tahun. Ketika tanah tersebut mencair, material organik mulai terurai dan dapat melepaskan gas rumah kaca seperti karbon dioksida dan metana ke atmosfer.

Artinya, mencairnya permafrost bukan hanya akibat dari planet yang semakin hangat. Proses tersebut juga berpotensi menambah gas rumah kaca yang memperkuat pemanasan. Di sinilah Batagaika menjadi paradoks.

Semakin besar lubang tersebut, semakin banyak sejarah Bumi yang bisa dipelajari. Ilmuwan dapat melihat ekosistem yang sudah hilang, mempelajari perubahan iklim masa lalu, bahkan menemukan jasad hewan yang membeku selama puluhan ribu tahun.

Tetapi pada saat yang sama, semakin besar lubangnya, semakin banyak pula permafrost yang hilang. Batagaika akhirnya menjadi semacam mesin waktu sekaligus alarm. Ia membuka jendela menuju dunia Siberia ratusan ribu tahun lalu, tetapi proses yang membuka jendela itu menunjukkan bahwa lanskap beku Bumi sedang berubah sekarang. Dan perubahan tersebut bukan terjadi dalam skala waktu geologis. Batagaika bertambah besar puluhan meter setiap tahun.



Simak Video "Video: Geger, Lubang Raksasa Muncul di Tengah Sawah "

(rns/afr)
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork