Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Teleskop Rp 76 Triliun NASA Siap Bongkar Misteri Terbesar Alam Semesta

Teleskop Rp 76 Triliun NASA Siap Bongkar Misteri Terbesar Alam Semesta


Fino Yurio Kristo - detikInet

Teleskop NASA
Foto: NASA
Jakarta -

Observatorium raksasa yang disebut 'mesin penemuan' telah diluncurkan. Dirancang untuk mencari objek luar angkasa redup dan tak terlihat, Teleskop Luar Angkasa Nancy Grace Roman milik NASA meluncur dengan roket SpaceX Falcon Heavy hari Minggu dari Kennedy Space Center di Florida.

"Roman akan memberikan Bumi atlas alam semesta yang baru," kata Administrator NASA Jared Isaacman. Dengan kemampuan pemetaan sekitar 1.000 kali lebih cepat dari Teleskop Luar Angkasa Hubble, Roman akan menangkap observasi yang berbeda dan tidak dapat dilakukan Hubble maupun Teleskop James Webb.

Selama lima tahun, pengamatan teleskop seukuran bus ini dapat mengungkap misteri besar seperti energi gelap, yang memicu percepatan perluasan alam semesta yang tak terjelaskan, dan materi gelap yang memberikan struktur pada kosmos namun tetap tidak terlihat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Roman memungkinkan astronom menemukan galaksi dan eksoplanet yang belum pernah terlihat sebelumnya, dunia di sekitar bintang di luar tata surya kita, serta planet pengembara yang tidak mengorbit bintang.

Roman akan perlu waktu sekitar tiga bulan untuk mencapai posisi orbit akhirnya yang berjarak sekitar 1,6 juta kilometer dari Bumi, dikenal sebagai Titik Lagrange 2. Teleskop James Webb juga terparkir di sana.

ADVERTISEMENT

Teleskop yang diperkirakan bernilai USD 4,3 miliar (Rp 76 triiliun) ini dikembangkan sekitar satu dekade. Ilmuwan di seluruh dunia menantikan wawasan yang dapat diberikan Roman.

"Ketika Anda mengembangkan alat yang sangat berbeda dari apa pun sebelumnya, Anda akan menemukan hal-hal yang tidak Anda ketahui ada di luar sana," kata Dominic Benford, ilmuwan program Roman di NASA.

Teleskop luar angkasa NASA telah lama mengeksplorasi pertanyaan seputar semesta dan kemampuan tersebut terwujud berkat sosok yang jadi nama observatorium ini, Dr. Nancy Grace Roman.

Ia kepala astronomi pertama NASA tahun 1960-an dan memelopori gagasan pengamatan astronomi berbasis ruang angkasa dengan menempatkan teleskop di atas atmosfer Bumi.

Gambar pertama teleskop Roman diharapkan muncul bulan Januari sebelum teleskop ini memulai survei alam semesta yang belum pernah ada sebelumnya, didukung bidang pandang lebih dari 100 kali lipat dari Hubble berkat instrumen bidang lebarnya.

Kemampuan Roman dibandingkan dengan menangkap pemandangan hutan secara menyeluruh sekaligus melihat detail tajam dari pohon-pohonnya, seperti daun dan burung pada saat bersamaan.

Dr. Julie McEnery, ilmuwan proyek Roman, menyebut pengamatan teleskop baru ini sebagai sensus terbesar terhadap planet di Bima Sakti. Ia dapat menemukan puluhan ribu dunia yang sebelumnya tidak diketahui dan mengungkap seberapa umum Tata Surya seperti milik kita di kosmos.

Menyelidiki Misteri Kosmik

Selama lima tahun, teleskop ini akan memungkinkan penemuan miliaran galaksi, ribuan bintang yang meledak (supernova), dan puluhan miliar bintang.

Ledakan bintang terjadi sangat cepat sehingga sering luput dari teleskop. Namun Roman memiliki pandangan panorama untuk melihat beberapa ledakan sekaligus. Supernova dapat membantu astronom melacak kekuatan misterius energi gelap dan peran yang dimainkannya dalam mempercepat laju perluasan alam semesta.

Di 1920-an, astronom Georges Lemaitre dan Edwin Hubble menemukan alam semesta mengembang sejak kelahirannya 13,8 miliar tahun lalu. Nah, sesuatu telah memicu percepatan perluasan alam semesta sekitar 6 miliar tahun silam dan penyebabnya belum diketahui.

Adapun materi gelap belum pernah terdeteksi, tapi diyakini membentuk 85% total materi alam semesta dan membantu menahan bintang serta galaksi di orbit stabil.

Mengungkap sifat sebenarnya energi gelap dan materi gelap dapat membantu astronom memahami dari apa alam semesta terbentuk, bagaimana perluasannya berubah seiring waktu, dan apakah ada hal lain dalam memahami gravitasi.



(fyk/fay)




Hide Ads