Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menguji teknologi berbasis pati atau tepung singkong sebagai alternatif pendukung dalam pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Teknologi tersebut dikembangkan melalui material retardan yang mengombinasikan pati singkong termodifikasi dengan ammonium polyphosphate (APP), air, dan wetting agent. Formulasi ini dirancang untuk meningkatkan efektivitas penggunaan air dalam pengendalian kebakaran vegetasi.
Periset Kimia Molekuler BRIN, Julinton, mengatakan penggunaan bahan berbasis singkong untuk mendukung pemadaman kebakaran memiliki dasar ilmiah. Namun, efektivitas, keselamatan, formulasi, dan dampak lingkungannya masih harus divalidasi melalui pengujian laboratorium dan lapangan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pernyataan Bapak Presiden terkait penggunaan bahan berbasis singkong untuk mendukung pemadaman kebakaran memiliki dasar ilmiah yang kuat. Namun, formulasi, efektivitas, keselamatan, dan dampak lingkungannya tetap harus divalidasi melalui pengujian laboratorium dan lapangan secara terukur," ujar Julinton dikutip Jumat (28/8/2028).
BRIN menjelaskan pati singkong memiliki struktur polisakarida yang dapat dimodifikasi secara kimia untuk meningkatkan kemampuan pembentukan film, viskositas, retensi air, dan interaksi dengan komponen retardan.
Dalam formulasi yang sedang dikembangkan, air berfungsi menyerap panas dan menurunkan temperatur bahan bakar vegetasi. Pati singkong termodifikasi membantu cairan melekat dan bertahan lebih lama di permukaan vegetasi.
Sementara itu, wetting agent membantu cairan menyebar dan menembus bahan bakar vegetasi. APP memberikan mekanisme retardasi kimia ketika material terkena panas.
Saat dipanaskan, APP dapat membantu mengarahkan proses dekomposisi material menuju pembentukan residu karbon padat atau char dan mengurangi pembentukan senyawa volatil yang mudah terbakar.
Lapisan char tersebut dapat menjadi penghalang terhadap perpindahan panas dan massa sehingga berpotensi memperlambat perambatan api.
BRIN menyebut cairan retardan berbasis pati singkong-APP atau CASSA-P berpotensi dikembangkan untuk operasi udara maupun darat. Dalam operasi berbasis drone, formulasi dapat digunakan untuk penyemprotan presisi pada titik api awal, sisi kebakaran, spot fire, hingga pembentukan jalur retardan pada vegetasi yang belum terbakar.
Untuk operasi darat, cairan dapat disemprotkan pada vegetasi di sekitar titik api maupun area yang perlu dilindungi untuk membantu memperlambat perambatan api.
Meski demikian, CASSA-P tidak dikembangkan sebagai pengganti seluruh metode pemadaman kebakaran, terutama pada kebakaran berintensitas tinggi. Teknologi tersebut disiapkan sebagai pendukung untuk respons awal, pengendalian penyebaran api, perlindungan area strategis, dan pemadaman spot fire.
Terkait dampak terhadap lingkungan, BRIN menegaskan bahan berbasis pati singkong belum dapat langsung diklaim 100% biodegradable atau tidak beracun.
Keselamatan lingkungan formulasi CASSA-P masih harus dibuktikan melalui pengujian biodegradabilitas, fitotoksisitas, dampak terhadap organisme tanah dan air, kandungan serta pelepasan fosfat dan nitrogen, hingga karakteristik residu setelah pembakaran.
BRIN akan melakukan pengujian lebih lanjut untuk menentukan formulasi dan konsentrasi optimum agar teknologi retardan berbasis tepung singkong tersebut dapat bekerja efektif tanpa mengganggu sistem pompa dan nozzle pemadam.

