Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Minggu Depan Ada Gerhana Bulan Parsial, Kelihatan dari Indonesia?

Minggu Depan Ada Gerhana Bulan Parsial, Kelihatan dari Indonesia?


Virgina Maulita Putri - detikInet

Gerhana Bulan Sebagian
Foto: Associated Press
Jakarta -

Hanya beberapa hari setelah gerhana matahari total, Bumi akan kembali dihiasi fenomena langit yang mencengangkan yaitu gerhana bulan parsial. Apakah fenomena ini bisa dilihat di Indonesia?

Fenomena langit ini akan terjadi pada 27-28 Agustus 2026, ketika bayangan Bumi menutupi 96% permukaan Bulan dan berpotensi mengubah warna permukaan Bulan menjadi merah tua akibat cahaya yang disaring dan dibiaskan oleh atmosfer Bumi.

Gerhana bulan parsial akan terjadi ketika Bumi berada di antara Matahari dan Bulan saat fase bulan purnama. Fenomena ini terjadi ketika bayangan Bumi yang melengkung akan terlihat di permukaan Bulan dan meninggalkan bagian sabit tipis yang terpapar sinar Matahari pada titik gerhana maksimum.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sayangnya, gerhana bulan parsial 27-28 Agustus tidak bisa dinikmati seluruh penduduk Bumi. Fenomena ini dapat diamati oleh miliaran orang di Amerika Utara, Amerika Selatan, sebagian Eropa, dan Afrika, seperti dikutip dari Space.com, Minggu (23/8/2026).

Untuk warga di pesisir barat Amerika Serikat, titik puncak gerhana akan tiba hanya beberapa jam setelah matahari terbenam. Sementara itu, warga yang menonton di pesisir timur akan melihat puncak gerhana sekitar tengah malam waktu setempat.

ADVERTISEMENT

Bagi warga di Eropa dan Afrika, titik puncak gerhana akan terlihat sebelum fajar, sesaat sebelum matahari terbit ketika bulan berada di posisi rendah di cakrawala barat.

Gerhana bulan sebagian dapat dinikmati oleh siapa pun yang berada di sisi malam Bumi saat fenomena itu terjadi. Berbeda dengan gerhana matahari, mengamati gerhana bulan tidak membutuhkan kacamata atau peralatan khusus.

Sayangnya Bulan akan berada di bawah cakrawala bagi siapa pun yang berada di sisi siang Bumi saat gerhana berlangsung, sehingga tidak mungkin dilihat dengan mata telanjang dari negara-negara seperti Indonesia, Australia, China, dan Jepang.



(vmp/vmp)




Hide Ads