Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Jaringan Aneh Sepanjang 11.000 Tahun Cahaya Ada di Bawah Tanah

Jaringan Aneh Sepanjang 11.000 Tahun Cahaya Ada di Bawah Tanah


Fino Yurio Kristo - detikInet

Jaringan jamur
Foto: SPUN
Jakarta -

Saat ini, di bawah hampir tiap petak tanah di Bumi, salah satu struktur kehidupan teraneh menyebar. Struktur ini adalah jamur, meski bukan seperti jamur di piring makan. Ia tumbuh menyerupai benang mikroskopis yang lebih halus dari kapas, merajut menembus tanah dan masuk ke akar sebagian besar tanaman.

Ada beberapa jenis jamur penghuni akar. Yang paling tersebar adalah mikoriza arbuskular atau disingkat jamur AM. Mereka eksis ratusan juta tahun, jauh sebelum pohon pertama muncul.

Ilmuwan mengetahui jamur ini membantu menjaga ekosistem tetap hidup dengan mengangkut nutrisi dan air ke tanaman. Namun, satu pertanyaan mendasar yang cukup mengejutkan masih belum terjawab hingga sekarang yaitu seberapa besar jaringan tersembunyi di bawah tanah ini?

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jawabannya yang baru saja didapat dari penelitian Society for the Protection of Underground Networks (SPUN), adalah luar biasa masif.

Benang jamur AM di seluruh dunia akan membentang lebih dari 110 kuadriliun kilometer, sekitar sepersepuluh Galaksi Bimasakti atau sekitar 11.000 tahun cahaya. Benang yang sama diperkirakan menyimpan sekitar 300 megaton karbon, empat hingga enam kali lipat berat gabungan seluruh manusia saat ini.

ADVERTISEMENT

Jamur ini sering disebut sistem peredaran darah Bumi. Jamur merajut diri ke dalam akar tanaman dan bertindak sebagai perpanjangannya, menjangkau jauh lebih dalam ke tanah daripada yang bisa dilakukan akar.

Mereka mengumpulkan air dan nutrisi lalu mengirimkannya ke tanaman. Sebagai imbalannya, tanaman 'membayar' dengan gula yang diproduksi melalui fotosintesis.

Jamur AM terhubung dengan sekitar 70 persen spesies tanaman. Jika jaringan ini dihancurkan, sama saja memutus jalur pasokan dari bawah sebagian besar tanaman di dunia dan bersamanya, hasil panen, hutan, serta lahan.

Kemitraan tanaman-jamur juga membantu mengatur iklim. Ketika tanaman menyerap karbon dioksida dari atmosfer, sebagian dikirim melalui jamur, membantu menyimpannya dalam tanah. Studi sebelumnya memperkirakan sekitar 4 miliar ton karbon dioksida mengalir ke jamur AM tiap tahun, hampir setara total emisi tahunan Amerika Serikat.

Sistem seluas ini mungkin dianggap sangat aman. Kenyataannya tidak demikian. Studi yang sama mengungkap sesuatu yang jauh lebih mengkhawatirkan: kita sedang menghancurkannya.

Terbabat Habis

Ketika orang membayangkan alam yang layak diselamatkan, mereka umumnya memikirkan hutan dan kawasan pepohonan hijau. Namun ternyata, padang rumput liar diperkirakan menyimpan 40 persen jamur AM di dunia. Dataran Sudan Selatan, Everglades di Florida, dan dataran tinggi Tibet semuanya diprediksi sangat kaya jamur ini.

"Bagi saya, salah satu temuan terbesar adalah pentingnya padang rumput, ekosistem besar di Bumi yang selama ini terabaikan," ujar salah satu kontributor penelitian, Katie Field dari University of Sheffield. Padang rumput ternyata rumah bagi keragaman jamur yang sangat besar sekaligus kepadatannya sangat tinggi.

Di sini masalahnya dimulai. Padang rumput adalah salah satu tempat paling tak terlindungi dan diubah menjadi lahan pertanian empat kali lebih cepat dari pembabatan hutan. Praktik pertanian bertindak brutal terhadap jaringan ini.

Pembajakan merobek benang halusnya dan pupuk kimia membuat tanaman tak lagi memiliki alasan memberi makan jamur. Akibatnya, jaringan tersebut layu. Ingat, jaringan ini mengubur miliaran ton karbon tiap tahun. Jadi saat mati, kerugiannya menjangkau jauh melebihi apa yang ada di dalam tanah.

"Jamur diabaikan dalam isu iklim dan konservasi untuk waktu yang terlalu lama. Sekaranglah waktunya mengubah arah tersebut," tegas Dr. Toby Kiers, profesor biologi evolusioner di Vrije Universiteit.

Jika jamut terdegradasi serius, tanaman akan kesulitan tumbuh. Dari sana, dampaknya akan menyebar seperti memengaruhi pasokan makanan dan kayu, hewan yang bergantung pada tanaman, hingga melumpuhkan kemampuan tanah menyimpan karbon dan air, serta ketahanannya terhadap erosi.

Dengan kata lain, hilangkan jamur-jamur tersebut dan sejumlah besar tatanan kehidupan di permukaan Bumi akan mulai terurai dan hancur.



(fyk/rns)


TAGS




Hide Ads