Bagian terdalam Bumi ternyata tidak benar-benar diam. Penelitian menunjukkan inti dalam Bumi bergerak relatif terhadap mantel, bahkan setelah sempat bergerak sedikit lebih cepat, bagian tersebut kemudian bergerak lebih lambat sehingga tampak seperti 'mundur'.
Fenomena ini terungkap dari analisis gelombang seismik yang dihasilkan oleh gempa bumi berulang. Peneliti menggunakan perubahan sangat kecil pada sinyal gempa untuk melacak pergerakan inti dalam yang berada ribuan kilometer di bawah permukaan Bumi.
Namun, istilah 'bergerak mundur' perlu dipahami dengan tepat. Inti dalam Bumi tidak tiba-tiba berputar berlawanan arah dengan planet. Yang terjadi adalah kecepatan rotasinya relatif terhadap mantel berubah.
Dikutip dari Nature, inti dalam Bumi merupakan bola padat yang sebagian besar tersusun dari besi dan nikel. Bagian ini berada di dalam inti luar yang berbentuk cair, pada kedalaman lebih dari 5.000 kilometer dari permukaan.
Karena tidak terikat secara langsung dengan mantel, inti dalam dapat bergerak dengan kecepatan sedikit berbeda dibandingkan bagian Bumi lainnya. Dalam penelitian yang diterbitkan di Nature pada 2024, ilmuwan menganalisis 121 gempa bumi berulang di sekitar Kepulauan Sandwich Selatan yang terjadi sepanjang 1991-2023. Data tersebut menghasilkan 143 pasangan kejadian gempa untuk dibandingkan.
Peneliti melacak pergerakan inti dalam menggunakan gelombang seismik PKIKP, yakni gelombang gempa yang merambat menembus mantel, inti luar, hingga inti dalam Bumi sebelum kembali menuju permukaan.
Gempa yang terjadi berulang di lokasi yang hampir sama menjadi semacam 'penanda' alami. Jika bentuk gelombang dari dua gempa yang mirip berubah, tetapi kemudian kembali menyerupai pola sebelumnya, peneliti dapat memperkirakan bahwa inti dalam telah kembali ke posisi relatif yang pernah ditempatinya terhadap mantel.
Hasil analisis menunjukkan inti dalam mengalami super-rotasi pada sekitar 2003-2008. Artinya, inti dalam bergerak sedikit lebih cepat dibandingkan mantel. Setelah itu, mulai sekitar 2008 hingga 2023, gerakannya berubah.
Inti dalam bergerak lebih lambat dibandingkan mantel dan secara relatif menelusuri kembali jalur yang sebelumnya telah dilewatinya. Menariknya, fase 'mundur' tersebut berlangsung sekitar dua hingga tiga kali lebih lambat dibandingkan gerakan maju sebelumnya.
John Vidale, salah satu peneliti, menjelaskan bahwa inti dalam sebenarnya tetap berada dalam sistem rotasi Bumi. Jadi, tidak tepat membayangkan inti Bumi tiba-tiba berputar ke arah berlawanan.
Ibarat dua pelari yang sama-sama mengitari lintasan ke arah yang sama, tetapi salah satunya memperlambat kecepatannya. Dari sudut pandang pelari yang lebih cepat, posisi pelari yang melambat terlihat seperti bergerak mundur.
Simak Video "Video Gempa di Jepang: Rumah Terbakar, Kereta Terguling-Mal Runtuh"
(rns/afr)