Bulan lalu, Federal Communication Commission (FCC) Amerika Serikat menyetujui sebuah satelit baru eksperimental sekaligus kontroversial. Satelit yang dikembangkan startup Reflect Orbital ini dirancang memantulkan sinar Matahari ke Bumi, menerangi titik-titik tertentu di malam hari bagi pelanggan berbayar.
Tujuannya adalah memungkinkan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) untuk terus menghasilkan listrik bahkan setelah malam tiba dan menyediakan penerangan di keadaan darurat. Gagasan tersebut mungkin terdengar mulia, tapi kelemahannya sangat besar.
Salah satunya adalah satelit yang begitu terang dapat merusak pengamatan luar angkasa dalam. Para astronom sangat terkejut dengan berita ini dan FCC menerima hampir 2.000 komentar publik yang mengkritik proposal tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dan bukan hanya astronom profesional yang terdampak, astronom amatir yang tak sengaja menatap satelit cermin prototipe tersebut bisa dengan mudah mengalami kebutaan. Bahkan sekadar melihatnya melalui teleskop 12 inci, jenis yang umum digunakan penggemar astronomi, dapat mengakibatkan kerusakan mata permanen.
Risiko ini sebenarnya lama diketahui. Contohnya, menatap Znamya (prototipe satelit serupa asal Rusia) dapat menyebabkan kerusakan mata setara dengan menatap Matahari saat gerhana total, menurut penelitian tahun 2000 dari Royal Astronomical Society of Canada. Rusia pernah meluncurkan dua satelit cermin eksperimental Znamya tahun 1990-an, tapi kemudian membatalkan program tersebut.
Kritikus memperingatkan regulator akan risiko kerusakan mata tersebut. Namun, peringatan itu dianggap tidak relevan dan merupakan faktor terlalu kecil dibanding manfaat dari memberikan izin kepada perusahaan-perusahaan Amerika untuk menguji teknologi inovatif luar angkasa.
Seperti yang disoroti The Verge, para astronom bahkan tidak akan diberi peringatan mengenai kapan dan di mana satelit cermin tersebut akan melintas di langit malam, yang bisa mengakibatkan mereka menatapnya secara tidak sengaja.
Juru bicara Reflect Orbital, Christopher Buscombe, menyebut perusahaannya berdiskusi aktif dengan ilmuwan, astronom, peneliti lingkungan, dan pemangku kepentingan lainnya, mengenai rencana itu.
The Air Line Pilots Association (ALPA) juga menyuarakan kekhawatiran atas minimnya pendekatan Reflect Orbital terkait keselamatan lalu lintas udara. Satelit tersebut juga berpotensi mengganggu pola tidur dan ritme sirkadian spesies yang bermigrasi.
"Skala penempatan orbit yang diusulkan akan menyebabkan perubahan signifikan pada lingkungan cahaya malam alami dalam skala planet," ungkap para presiden dari beberapa asosiasi kronobiologi internasional dalam pernyataan bersama, dikutip detikINET dari Futurism.
Secara umum, satelit memang menjadi topik yang makin kontroversial. Jumlah wahana antariksa di orbit rendah Bumi melonjak selama dekade terakhir, banyak yang ditempatkan di ketinggian lebih rendah sehingga jauh lebih terang.
"Bintang-bintang di atas kita adalah bagian berharga dari warisan umat manusia. Menempatkan lebih dari sejuta satelit sangat terang akan benar-benar menghancurkan warisan ini dan meninggalkan luka permanen pada lanskap alam kita," cetus Wakil Direktur Eksekutif Royal Astronomical Society, Robert Massey.