Sejak 1980-an, rawa-rawa di Everglades, Florida Selatan, dibanjiri salah satu spesies invasif merusak: piton Burma. Ular raksasa yang panjangnya bisa mencapai 5 meter atau lebih ini nyaris memusnahkan mamalia kecil dan menengah di sana.
Ekosistem tersebut, Everglades Florida, membentang sekitar 607 ribu hektar. Terkecuali beberapa jalan raya yang membelahnya, rawa subtropis terpencil ini terputus dari peradaban Amerika.
Dikutip detikINET dari History.com, karena piton betina bertelur 50 hingga 100 butir per tahun dan tak punya predator alami di wilayah tersebut, ancaman mereka terus meningkat.
Bagaimana Piton Burma Menguasai Florida
Sebagai hewan asli Asia Tenggara, piton awalnya dibawa ke AS sebagai peliharaan eksotis. Saat perdagangan hewan eksotis meledak tahun 1980-an, Miami menjadi rumah ribuan ular jenis ini. Nah, tidak dapat dihindari bahwa beberapa pemilik yang tidak bertanggung jawab melepaskannya ke alam liar.
Namun, sebagian besar pakar meyakini piton mulai membangun populasi di Everglades tak lama setelah Badai Andrew yang meluluhlantakkan negara bagian itu Agustus 1992. Selama badai, sebuah fasilitas penangkaran piton hancur, melepaskan ular tak terhitung ke rawa di dekatnya.
Saat ini, pihak berwenang tak tahu pasti jumlahnya karena Everglades sangat luas dan sulit dijangkau. Selain itu, ular cokelat ini berbaur sangat baik di lingkungan semak belukar tersebut. "Jumlahnya bisa puluhan ribu, bahkan ratusan ribu," kata Rory Feeney, kepala South Florida Water Management District (SFWMD).
Simak Video "Video: Lansia 66 Tahun Ditelan Ular Piton 6 Meter"
(fyk/afr)