Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Roket SpaceX Seberat 4 Ton Akhirnya Menghantam Bulan, Bahayakan Bumi?

Roket SpaceX Seberat 4 Ton Akhirnya Menghantam Bulan, Bahayakan Bumi?


Adi Fida Rahman - detikInet

SpaceX kembali meluncurkan roket Falcon 9 yang dilengkapi dengan kapsul Crew Dragon. Roket ini membawa empat kru ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS).
Ilustrasi Falcon 9 Foto: REUTERS/Joe Skipper
Daftar Isi
Jakarta -

Bagian roket SpaceX Falcon 9 yang sudah tidak digunakan akhirnya menghantam Bulan setelah lebih dari setahun melayang tanpa kendali di luar angkasa.

Mengutip Associated Press (AP), tahap atas Falcon 9 itu menghantam permukaan Bulan pada Rabu (5/8/2026) sekitar pukul 06.35 UTC atau 13.35 WIB. Lokasi benturan diperkirakan berada di sekitar Kawah Einstein, dekat tepian Bulan yang terlihat dari Bumi.

Roket tersebut diperkirakan memiliki bobot sekitar 3.900 hingga 4.000 kilogram. Saat menghantam Bulan, benda sepanjang kurang lebih 12 meter itu melaju dengan kecepatan sekitar 2,43 kilometer per detik atau 8.700 kilometer per jam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

Menurut Reuters, tidak ada wahana yang merekam tabrakan secara langsung dari jarak dekat. Namun, teleskop di Bumi mendeteksi semburan material singkat dari wilayah yang diperkirakan menjadi lokasi benturan.

Pengamatan spektroskopi menemukan jejak natrium yang diduga berasal dari permukaan Bulan. Peneliti juga mendeteksi litium yang kemungkinan berasal dari komponen roket.

Temuan tersebut memperkuat dugaan bahwa tahap atas Falcon 9 benar-benar menghantam Bulan sesuai perhitungan orbit para astronom.

Mengapa Roket SpaceX Menghantam Bulan?

Tahap atas Falcon 9 tersebut berasal dari misi peluncuran pada 15 Januari 2025. Roket saat itu membawa wahana pendarat Blue Ghost milik Firefly Aerospace dan Resilience buatan perusahaan Jepang, ispace.

Setelah melepaskan kedua wahana, roket tidak memiliki cukup bahan bakar untuk kembali memasuki atmosfer Bumi atau dipindahkan ke orbit pembuangan yang aman.

Roket kemudian tertinggal dalam orbit sangat lonjong. Pengaruh gravitasi Bumi, Bulan dan Matahari perlahan mengubah lintasannya hingga akhirnya mengarah ke permukaan Bulan.

Objek yang diberi kode 2025-010D itu lalu dilacak menggunakan pengamatan orbit, pantulan cahaya dan analisis spektrum. Peneliti menghubungkannya dengan tahap atas Falcon 9 dari misi Blue Ghost dan Resilience.

Peristiwa tersebut bukan disebabkan kegagalan Falcon 9 saat menjalankan misi. Roket telah menyelesaikan tugas utamanya, tetapi lintasan akhirnya tidak dirancang untuk mencegah benturan dengan Bulan.

The NASA Artemis II crew, Mission Specialist Christina Koch, Mission Specialist Jeremy Hansen, Commander Reid Wiseman, and Pilot Victor Glover, pose for a group photo inside the Orion spacecraft on their way home following a flyby of the far side of the Moon on April 6, 2026. NASA/Handout via REUTERS THIS IMAGE HAS BEEN SUPPLIED BY A THIRD PARTY. REFILE - CORRECTING DATE FROM Foto Bulan saat misi Artemis 2 Foto: via REUTERS/NASA

Apakah Membahayakan Bumi?

Benturan diperkirakan menghasilkan energi setara sekitar tiga ton TNT dan menciptakan kawah baru berdiameter puluhan meter.

NASA menyatakan akan mencoba mengamati dampak tabrakan tersebut menggunakan teleskop berbasis Bumi dan wahana yang berada di sekitar Bulan.

Dalam pengumuman resminya, NASA mengatakan tengah bekerja sama dengan SpaceX untuk melacak tahap atas Falcon 9 dan mengumpulkan data dari peristiwa benturan.

Lunar Reconnaissance Orbiter milik NASA berpotensi memotret kawah baru dan membandingkan kondisi lokasi sebelum dan setelah tabrakan. Wahana Danuri milik Korea Selatan juga dapat membantu mengamati perubahan di kawasan tersebut.

Namun, lokasi benturan berada dekat tepian Bulan sehingga sulit diamati secara jelas dari Bumi. Proses memastikan titik benturan dan ukuran kawah kemungkinan membutuhkan waktu.

Menurut AP, para ilmuwan menunggu foto terbaru dari Lunar Reconnaissance Orbiter untuk memperoleh bukti visual yang lebih jelas mengenai kawah yang terbentuk.

NASA memastikan benturan tahap atas Falcon 9 tersebut tidak menimbulkan bahaya bagi Bumi. Material yang terlontar dari permukaan Bulan juga tidak diperkirakan memiliki energi cukup untuk mengancam manusia atau satelit di sekitar Bumi.

Bulan sebenarnya rutin dihantam meteoroid alami. Namun, benturan benda buatan manusia menarik perhatian karena jumlah misi menuju Bulan terus meningkat.





(afr/afr)






Hide Ads