Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Kalender Astronomi Agustus 2026: Ada Dua Kali Gerhana hingga Hujan Meteor Perseid

Kalender Astronomi Agustus 2026: Ada Dua Kali Gerhana hingga Hujan Meteor Perseid


Rachmatunnisa - detikInet

Ilustrasi fenomena astronomi di bulan November 2023.
Foto: Istimewa
Daftar Isi
Jakarta -

Langit malam sepanjang Agustus 2026 akan dipenuhi berbagai fenomena astronomi menarik. Mulai dari gerhana Matahari total, hujan meteor Perseid, Venus mencapai posisi terbaik untuk diamati, hingga gerhana Bulan sebagian akan menghiasi langit bulan ini.

Berikut adalah kalender astronomi Agustus 2026 yang dirangkum detikINET dari SeaSky.org, Selasa (4/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

12 Agustus - Bulan Baru

Bulan baru terjadi pada 12 Agustus pukul 17.37 UTC. Pada fase ini, Bulan berada di sisi yang sama dengan Matahari sehingga tidak tampak di langit malam. Kondisi tanpa cahaya Bulan menjadikan malam tersebut sebagai waktu terbaik untuk mengamati objek redup seperti galaksi, gugus bintang, dan nebula karena langit akan lebih gelap.

12 Agustus - Gerhana Matahari Total

Masih pada 12 Agustus, akan terjadi gerhana Matahari total ketika Bulan menutupi seluruh piringan Matahari sehingga korona Matahari tampak jelas. Lintasan gerhana total akan dimulai di Samudra Arktik, lepas pantai utara Rusia, kemudian melintasi Greenland, Islandia, Samudra Atlantik, dan berakhir di Spanyol.

Sementara itu, gerhana sebagian dapat disaksikan dari Alaska, Kanada, Afrika bagian barat, serta wilayah utara Amerika Serikat. Sayangnya, Indonesia tidak termasuk wilayah yang dapat menyaksikan Gerhana Matahari Total maupun Gerhana Matahari Sebagian pada 12 Agustus 2026.

12-13 Agustus - Hujan Meteor Perseid

Fenomena yang paling dinantikan bulan ini adalah hujan meteor Perseid, salah satu hujan meteor terbaik setiap tahun. Perseid aktif sejak 17 Juli hingga 24 Agustus, tetapi mencapai puncaknya pada malam 12 Agustus hingga dini hari 13 Agustus.

Dalam kondisi langit ideal, hujan meteor ini dapat menghasilkan hingga 60 meteor per jam. Tahun ini menjadi waktu yang sangat baik untuk mengamatinya karena puncak Perseid bertepatan dengan fase Bulan baru sehingga tidak ada cahaya Bulan yang mengganggu.

Meteor Perseid berasal dari sisa debu komet 109P/Swift-Tuttle yang ditemukan pada 1862. Meskipun tampak berasal dari rasi Perseus, meteor dapat muncul di berbagai bagian langit. Pengamatan terbaik dilakukan setelah tengah malam dari lokasi yang minim polusi cahaya.

15 Agustus - Venus di Posisi Terbaik

Pada 15 Agustus, Venus mencapai elongasi timur terbesar, yakni sekitar 45,9 derajat dari Matahari. Ini merupakan waktu terbaik sepanjang tahun untuk mengamati Venus karena planet tersebut akan berada paling tinggi di langit barat setelah Matahari terbenam. Venus akan tampak sebagai objek paling terang setelah Matahari dan Bulan.

28 Agustus - Bulan Purnama

Bulan purnama terjadi pada 28 Agustus pukul 04.19 UTC. Dalam tradisi masyarakat asli Amerika Utara, Bulan purnama Agustus dikenal sebagai Sturgeon Moon karena pada periode ini ikan sturgeon lebih mudah ditangkap di Danau-Danau Besar. Selain itu, purnama Agustus juga dikenal sebagai Green Corn Moon dan Grain Moon.

28 Agustus - Gerhana Bulan Sebagian

Pada hari yang sama, gerhana Bulan sebagian juga akan terjadi. Fenomena ini berlangsung ketika hanya sebagian Bulan memasuki bayangan inti (umbra) Bumi, sehingga sebagian permukaan Bulan tampak menggelap.

Gerhana ini dapat diamati dari sebagian besar Amerika Utara, Meksiko, Amerika Tengah, Amerika Selatan, Samudra Atlantik, serta sebagian besar wilayah Eropa dan Afrika. Sama seperti gerhana Matahari total 12 Agustus, gerhana Bulan sebagian 28 Agustus juga tidak dapat disaksikan dari Indonesia karena lintasan dan wilayah keterlihatannya berada di belahan Bumi lain.



(rns/afr)






Hide Ads