Pada 1895, Wilhelm Roentgen menguji coba apakah sinar katoda dapat menembus kaca. Saat itu, ia membuat penemuan yang sangat penting bagi kedokteran, fisika, dan keamanan di bandara, yakni x-ray.
Kabar ini sampai ke telinga ilmuwan Thomas Alfa Edison yang dikenal dengan penemuan bola lampunya. Nah, yang jadi korban adalah asistennya Clarence Madison Dally.
Dally bukanlah seorang ilmuwan, melainkan seorang peniup kaca yang mulai bekerja di Edison Lamp Works setelah enam tahun bertugas di Angkatan Laut AS. Setelah itu, ia pindah ke Laboratorium Edison, di mana ia membantu Edison dalam pekerjaannya pada lampu pijar.
Ketika sinar-X ditemukan dan Edison mulai mengerjakannya, ia meminta bantuan Dally. X-ray adalah jenis cahaya baru, akan tetapi Edison kurang berhati-hati saat bereksperimen dengannya.
"Pada tanggal 14 Maret 1896, fisikawan Italia Angelo Battelli telah menarik perhatian pada kemungkinan efek buruk sinar-X pada jaringan hidup. Ia kemudian menindaklanjuti komunikasi ini pada tahun yang sama dengan studi rinci tentang efek berbahaya sinar tersebut pada mata manusia," demikian penjelasan sebuah makalah tentang Dally.
"Thomas Edison kemudian mengamati beberapa gejala yang mengganggu pada dirinya sendiri yang ia kaitkan dengan kelelahan mata, saat mengerjakan bentuk tabung kaca untuk sinar-X, dan seorang dokter gigi di Boston, William Rollins, merekomendasikan untuk menutupi layar fluoroskopi dengan beberapa filter 'untuk melindungi mata dari sinar-X'," sambung makalah itu.
Para insinyur juga menyuarakan kekhawatiran tentang potensi bahaya sinar-X, tetapi hal ini sebagian besar diabaikan oleh banyak ilmuwan.
Peran Dally di eksperimen
Peran Dally dalam eksperimen Edison adalah memproduksi tabung sinar katoda ini, sambil mencari lampu fluoresen yang diharapkan dapat menggantikan bola lampu. Sayangnya, Dally memiliki metode yang sangat sederhana untuk menguji apakah tabung tersebut berfungsi dengan benar yaitu dengan menempatkan tangan kirinya langsung di jalur sinar.
Meskipun para ahli radiografi di luar sana mungkin akan terkejut, perlu dicatat sebenarnya zaman dulu ini hal biasa. Para pengguna awal teknologi sinar-X sering kali mengkalibrasi peralatan mereka dengan menempatkan anggota tubuh mereka sendiri di jalur sinar mereka sendiri.
Edison mencatat bahwa tangan Dally tampak terbakar, kemudian kerontokan rambut serta ulserasi segera menyusul. Namun, pekerjaannya pada sinar-X berlanjut, dengan Edison sekarang berfokus pada penggunaan kalsium tungstat sebagai cara untuk mendeteksi sinar-X. Dengan begitu, gambar sinar-X yang dihasilkan lebih mudah dilihat dan diuraikan.
Dally mengerjakan proyek ini dan karena tangan kirinya terbakar ia mulai menempatkan tangan kanannya ke dalam sinar tersebut.
Dally pun mulai tidak sehat. Dia tidur di malam hari sambil merendam kedua tangannya dalam air untuk mencoba mengurangi rasa sakit. Dolly yakin dengan istirahat yang cukup dari pekerjaan ini, tubuhnya akan sembuh kembali. Kendati demikian tidak begitu.
Pada tahun 1901, Dally diminta untuk pergi ke Buffalo, New York, dalam keadaan mendesak. Setelah Presiden William McKinley ditembak, diharapkan salah satu mesin sinar-X Edison dapat digunakan untuk mengidentifikasi peluru. Dally diminta untuk memasang dan mengoperasikan mesin tersebut.
Sayangnya, presiden dianggap tidak cukup stabil untuk dipindai dan ia meninggal tak lama kemudian.
Dally tidak lama kemudian menyusul. Beberapa cangkok kulit pada kulit Dally yang rusak dicoba, tetapi tidak ada yang berhasil. Tak lama kemudian, Dally mengizinkan lengan kirinya diamputasi tepat di bawah bahu, dan setelah masalah serupa memburuk di tangan kanannya. Bahkan beberapa jarinya juga diamputasi.
Dally, yang tidak dapat bekerja, tetap dipekerjakan oleh Edison selama ia masih hidup. Namun, pada akhirnya ia tidak hidup lama. Dally meninggal akibat dermatitis radiasi dan komplikasinya pada tahun 1904, kemungkinan merupakan kematian manusia pertama akibat paparan sinar-X.
Sebagai catatan, ini adalah percobaan terakhir Edison dalam bereksperimen dengan sinar-X.
"Saya berhenti bereksperimen dengan sinar-X dua tahun lalu, ketika penglihatan saya hampir hilang, dan Dally, asisten saya, praktis kehilangan fungsi kedua lengannya," kata Edison kemudian kepada New York World, seperti yang dilaporkan oleh Smithsonian Magazine.
"Saya juga takut pada radium dan polonium, dan saya tidak ingin bermain-main dengan mereka," tegasnya. Demikian dikutip detikINET dari IFLScience.
Simak Video "Video: 5 Hal yang Bikin Galaxy Z Fold8 Ultra Layak Pakai Nama Ultra"
(ask/ask)