Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Ekspedisi Gua Borneo Ungkap Dunia Tersembunyi di Bawah Hutan

Ekspedisi Gua Borneo Ungkap Dunia Tersembunyi di Bawah Hutan


Rachmatunnisa - detikInet

Gua Rusa yang digambarkan di sini adalah lorong gua terbesar kedua di dunia, dinamakan demikian karena kawanan rusa dulunya mengunjungi gua ini untuk menjilati garam mineral dari dindingnya.
Ekspedisi Gua Borneo Ungkap Dunia Tersembunyi di Bawah Hutan. Foto: Bernard DUPONT
Jakarta -

Hutan hujan Borneo menyimpan dunia lain yang nyaris tak tersentuh manusia. Saat para ilmuwan mulai menjelajahi gua-gua yang belum dipetakan di kawasan Gunung Mulu pada 1961, mereka menemukan jaringan gua raksasa yang kemudian mengubah pemahaman dunia tentang bentang alam bawah tanah.

Penjelajahan yang bermula lebih dari enam dekade lalu itu membuka jalan bagi serangkaian ekspedisi ilmiah berikutnya. Dari lorong-lorong bawah tanah sepanjang ratusan kilometer hingga ruang gua berukuran luar biasa besar, kawasan ini kini dikenal sebagai salah satu sistem gua paling spektakuler di Bumi.

Pada awal 1960-an, sebagian besar gua di pegunungan kapur di sana masih menjadi wilayah yang belum dipetakan. Tim ilmuwan dan penjelajah memasuki kawasan tersebut untuk memahami geologi, ekosistem, dan sejarah alam yang tersembunyi di bawah lebatnya hutan hujan tropis.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

Seiring berjalannya waktu, ekspedisi demi ekspedisi menemukan bahwa sistem gua di Gunung Mulu jauh lebih besar daripada perkiraan awal. Banyak lorong baru terus ditemukan hingga sekarang, menjadikan kawasan tersebut sebagai surga bagi para speleolog atau penjelajah gua.

Salah satu daya tarik terbesar kawasan ini adalah ruang-ruang gua berukuran raksasa yang terbentuk selama jutaan tahun akibat pelarutan batu kapur oleh air. Lorong-lorong tersebut dialiri sungai bawah tanah, dihiasi stalaktit dan stalagmit berukuran kolosal, serta menjadi habitat jutaan kelelawar dan burung walet yang keluar setiap senja dalam formasi menyerupai pusaran asap.

Menurut pemimpin ekspedisi gua asal Inggris, Andy Eavis, kawasan ini masih menyimpan banyak wilayah yang belum pernah dijelajahi. "Ini adalah tempat yang sangat luar biasa. Di mana lagi di Bumi Anda bisa menemukan wilayah yang belum banyak dieksplorasi sebanyak ini?" ujarnya seperti dikutip dari laporan IFL Science.

Ia menambahkan, meski kawasan ini telah dipelajari selama puluhan tahun, setiap ekspedisi hampir selalu menghasilkan penemuan baru. "Kami kemungkinan akan menemukan sekitar 30 mil lorong gua baru. Hampir tidak ada tim lain yang mampu melakukan itu," kata Eavis.

Salah satu penemuan paling fenomenal di kawasan ini adalah Sarawak Chamber, ruang gua yang diakui sebagai salah satu ruang bawah tanah terbesar di dunia.

Ruangan tersebut memiliki panjang sekitar 600 meter, lebar lebih dari 400 meter, dan tinggi hampir 150 meter. Ukurannya bahkan disebut lebih dari dua kali lipat Stadion Wembley di Inggris jika dihitung berdasarkan volume ruang tertutupnya. Meski demikian, para peneliti meyakini masih banyak lorong tersembunyi yang belum ditemukan.

"Saat pertama kali menjelajah, orang-orang sebelumnya bisa saja melewatkan banyak hal, terutama karena guanya sangat besar hingga membuat mereka terpukau," kata penjelajah gua Philip Rowsell.

Selain keindahan geologinya, sistem gua di Borneo juga menjadi laboratorium alam yang penting bagi ilmuwan. Penelitian sejak 1961 telah mengungkap fosil berbagai satwa purba, termasuk spesies trenggiling raksasa yang telah punah, sekaligus memberikan gambaran tentang perubahan lingkungan di Kalimantan selama puluhan ribu tahun terakhir.

Hingga kini, ekspedisi masih terus dilakukan. Di balik rimbunnya hutan hujan Borneo, dunia bawah tanah itu diyakini masih menyimpan banyak rahasia yang menunggu untuk ditemukan.



(rns/afr)






Hide Ads