Startup Reflect Orbital mendapat izin dari pemerintah Amerika Serikat untuk meluncurkan konstelasi satelit cermin raksasa ke luar angkasa. Konstelasi ini akan dipakai untuk memantulkan sinar Matahari dan menerangi Bumi dari orbit.
Komisi Komunikasi Federal (FCC) AS telah memberikan lisensi kepada Reflect Orbital untuk meluncurkan dan mengoperasikan satelit demonstrasi pertamanya. Misi tersebut direncanakan meluncur tahun ini.
Satelit yang dinamai Eärendil-1 itu akan memantulkan sinar Matahari ke area yang sudah ditentukan di Bumi menggunakan permukaan reflektif sepanjang 18 meter. Jika sukses, Reflect Orbital berencana mengoperasikan lebih dari 50.000 satelit cermin secara bertahap hingga tahun 2035.
Konstelasi satelit sebesar itu dapat memantulkan sinar Matahari yang dapat menerangi area seluas 5 kilometer persegi di Bumi. Reflect Orbital mengatakan teknologi ini dapat digunakan di berbagai industri, termasuk agrikultur, penyelamatan korban bencana, hingga pembangkit listrik tenaga surya.
"Bayangkan kemungkinan tak terbatas ketika sinar Matahari tidan dibatasi geografi atau waktu di siang hari," tulis Reflect Orbital di website-nya, seperti dikutip dari The Verge, Rabu (15/7/2026).
"Tim pencarian dan penyelamatan menemukan orang yang hilang dalam hitungan menit. Kota memiliki jalanan yang terang merata tanpa emisi karbon. Proyek konstruksi dapat dalam waktu setengahnya dengan kru yang bisa bekerja sepanjang malam dengan aman," sambungnya.
Namun, banyak peneliti dan astronom yang mengkritik proyek konstelasi cermin luar angkasa ini. Sebagian mengkritik bagaimana konstelasi raksasa ini dapat mengubah langit malam, dan yang lainnya khawatir satelit yang mati akan mencemari atmosfer Bumi dengan logam berat.
Ada juga yang khawatir konstelasi cermin ini dapat mengenalkan jenis polusi cahaya baru yang dapat mengganggu kehidupan di alam liar yang bergantung pada siklus cahaya alami dan dampaknya pada pilot pesawat terbang.
Reflect Orbital menegaskan mereka akan berusaha sekuat mungkin untuk meminimalisir potensi dampak tersebut. Mereka mengatakan sinar Matahari yang dipantulkan tidak cukup terang untuk menyebabkan kebakaran atau merusak mata.
"Kami merancang sistem keselamatannya dalam tiga cara: 1) sinar Matahari akan difokuskan ke satu titik, 2) sinar dapat dimatikan secara cepat dan kapan saja sehingga tidak sampai mencapai Bumi, dan 3) kami secara sengaja menghindari area sensitif seperti observatorium penelitian atau habitat yang dilindungi," tulis Reflect Orbital dalam website-nya.
Simak Video "Video: Cara Pilih Sunscreen dan Waktu yang Tepat untuk Reapply"
(vmp/vmp)