Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
3 Gempa Besar Beruntun Guncang Dunia, Kebetulan atau Tanda Bahaya?

3 Gempa Besar Beruntun Guncang Dunia, Kebetulan atau Tanda Bahaya?


Tim - detikInet

Emergency services work at the site of a collapsed building after an earthquake in Caracas, Venezuela, June 24, 2026. REUTERS/Leonardo Fernandez Viloria
Gempa di Venezuela. Foto: REUTERS/Leonardo Fernandez Viloria
Jakarta -

Gempa bumi bermagnitudo 5,6 melanda wilayah pedesaan di California utara pada hari Rabu. Beberapa jam kemudian, gempa bermagnitudo 7,2 melanda pantai utara Jepang dan dua gempa bumi dahsyat mengguncang Venezuela, menelan banyak korban jiwa.

Rangkaian guncangan tersebut terjadi dalam rentang waktu delapan jam, memicu spekulasi di dunia maya mengenai apakah peristiwa-peristiwa itu saling berkaitan. Para ahli menyatakan tidak ada kaitan di antara gempa-gempa tersebut.

Menurut William Barnhart, peneliti US Geological Survey/USGS, rangkaian gempa ini memang punya kesamaan, yakni semuanya terjadi di sepanjang batas lempeng yang sudah dikenal memiliki bahaya seismik tinggi. Namun, waktu kejadiannya yang tak terpaut lama hanya kebetulan belaka.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Gempa bumi terjadi setiap hari di seluruh dunia. Sebagian besar terjadi jauh dari permukiman. Kemarin hanyalah hari yang sangat tidak biasa di mana ada beberapa gempa bumi yang cukup signifikan terjadi di daerah-daerah di mana orang-orang bisa merasakannya," cetusnya yang dikutip detikINET dari Guardian.

Memang mungkin sebuah gempa besar memicu guncangan di belahan dunia lain. Namun, sangat tidak biasa efek beruntun semacam itu terjadi dalam jarak ribuan kilometer "Melihat sejarah gempa 100 tahun terakhir, kita belum pernah melihat gempa yang terpisah sejauh ini memiliki keterkaitan," ujar Martin Hudson, profesor teknik sipil di UCLA.

ADVERTISEMENT

Sebagai perbandingan, gempa awal bermagnitudo 7,1 di Venezuela kemungkinan besar memicu gempa bermagnitudo 7,5 yang mengikutinya karena kedekatan jarak keduanya.

Seismolog Dr. Angela Lux dari UC Berkeley juga mengatakan hal yang sama, bahwa wajar bagi orang-orang untuk mencari pola, tapi ilmu pengetahuan menunjukkan hal sebaliknya. Tak ada bukti yang menghubungkan gempa California dengan gempa-gempa di luar negeri tersebut, dan waktu kejadiannya kemungkinan besar hanya kebetulan.

"Rentetan ini diawali dengan gempa bumi di Lembah Redwood. Saya dapat mengatakan dengan yakin gempa itu tidak berdampak pada gempa di Venezuela," tegasnya. Meskipun gempa kadang dapat memengaruhi aktivitas seismik di sekitarnya, jarak antar peristiwa-peristiwa ini terlalu jauh untuk memiliki hubungan langsung.



(fyk/fyk)






Hide Ads
LIVE