×
Ad

Ini yang Akan Terjadi Jika Alien Akhirnya Kontak Bumi

Fino Yurio Kristo - detikInet
Rabu, 03 Jun 2026 08:01 WIB
Foto: AI Gencraft
Jakarta -

Bayangkanlah seandainya di tahun 2063, seorang ilmuwan brilian baru saja berhasil melakukan uji terbang pertama sebuah mesin yang memungkinkan perjalanan lebih cepat dari kecepatan cahaya. Jejak energi mesin tersebut dideteksi oleh pesawat milik alien.

Kru pesawat itu pun menyimpulkan manusia akhirnya cukup matang untuk kontak pertama. Mungkin nanti, skenario seperti itu bisa saja terjadi. "Saya rasa Anda tidak bisa mengesampingkan skenario semacam itu," ujar Prof. Michael Garrett, direktur Jodrell Bank Centre for Astrophysics.

"Peradaban alien mana pun kemungkinan besar jauh lebih maju daripada kita. Mereka bisa saja menyembunyikan diri," sebutnya yang dikutip detikINET dari BBC, Rabu (3/6/2026).

Namun menurut Garrett, pengetahuan tentang kehidupan alien lebih mungkin berasal dari observatorium yang menerima sinyal ekstraterestrial, alih-alih kedatangan pesawat luar angkasa secara tiba-tiba.

Dalam skenario tersebut, organisasi dalam SETI (Search for Extra-Terrestrial Intelligence) memiliki protokol kontak pertama. "Langkah pertama adalah verifikasi sinyal oleh observatorium independen," kata Garrett. Penemuan tersebut harus dirahasiakan sampai ada verifikasi yang lebih luas.

Pemerintah dari negara pihak penemu dan akhirnya Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), kemudian harus diberi tahu. Berita tentang kontak tersebut diumumkan ke publik segera setelahnya. Setidaknya, begitulah alur yang seharusnya terjadi. "Apakah protokol tersebut akan benar-benar diterapkan, saya sedikit ragu," ungkap Garrett.

Apa yang tertulis di dalam protokol mungkin tidak sama dengan apa yang terjadi di lapangan. Bergantung pada sifat dari sinyal alien tersebut atau apakah kita mampu memahami atau menerjemahkannya. Muncul pula pertanyaan apakah kita akan membalasnya.

"Tidak diragukan lagi akan ada kelompok-kelompok kecil penggemar dan amatir akan mengirim sinyal. Namun apa yang memberi hak kelompok, individu, atau negara mengirim pesan atas nama planet? Di sini keterlibatan PBB menjadi penting, meskipun saat ini PBB belum memiliki pandangan resmi mengenai hal ini," sebutnya.

Dalam Star Trek, pengungkapan bahwa kita tidak sendirian, bahwa ada kehidupan cerdas di luar bintang-bintang, membawa perubahan mendalam pada bagaimana umat manusia memandang dirinya.

Manusia lebih tercerahkan, lebih bersatu, dan lebih termotivasi oleh eksplorasi alih-alih oleh perang atau keserakahan. Namun, apakah kita akan bereaksi dengan cara yang sama masih tanda tanya.

"Saya rasa banyak hal bergantung pada jarak. Jika alien berada di dalam Tata Surya kita, saya rasa orang akan khawatir. Namun jika mereka berada di sisi lain galaksi, saya pikir orang-orang justru akan antusias," cetus Garrett.

"Beberapa organisasi keagamaan mungkin perlu mengubah doktrin tapi sebagian besar agama cukup pandai beradaptasi dengan hal-hal baru yang muncul. Saya ingin percaya bahwa jika kita menemukan peradaban lain di luar sana, itu akan mempercepat kedewasaan politik, etika, dan moralitas kita sendiri," pungkasnya.



Simak Video "Video: Astronom Temukan Objek Luar Angkasa Asing Diduga Teknologi Alien"

(fyk/fay)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork