×
Ad

Nenek Moyang Manusia Dicurigai Bukan Manusia, Wujud Beda Jauh

Fino Yurio Kristo - detikInet
Rabu, 27 Mei 2026 13:00 WIB
Kerangka Homo Habilis. Foto: Ilustrasi adaptasi dari foto studi Grine et al (2026)
Jakarta -

Spesies manusia terawal juga menjadi salah satu yang paling misterius. Homo habilis ditambahkan ke silsilah tahun 1964. Namun belum jelas seperti apa rupa spesies purba yang hidup sekitar 2,4 juta hingga 1,65 juta tahun lalu ini.

Hingga baru-baru ini, hanya ada tiga kerangka fosil tidak lengkap. Kemudian di Januari, peneliti mendeskripsikan kerangka keempat yang lebih lengkap. Temuan ini mengungkap H. habilis anatominya sangat berbeda dengan manusia. Ini membuat peneliti bertanya apakah leluhur manusia terawal ini ternyata bukan manusia seperti yang diyakini selama ini.

"Seiring makin banyaknya fosil yang kami temukan, kami memperluas definisi genus Homo. Mungkin kali ini kami memperluasnya terlalu jauh" ujar Bernard Wood, ahli paleoantropologi di George Washington University kepada Live Science yang dikutip detikINET.

Manusia atau Homo sapiens, adalah genus Homo. Genus ini berevolusi pada suatu titik setelah garis keturunan evolusioner (mencakup manusia dan kerabat terdekat yang telah punah) terpisah dari keturunan simpanse, terjadi lebih dari 5 juta tahun lalu. Jadi, kapan tepatnya genus manusia berevolusi?

Salah satu argumen adalah hal itu bermula sejak perpisahan dengan garis keturunan simpanse. Namun, makhluk pertama yang muncul setelah perpisahan tidak terlihat seperti manusia.

Mereka termasuk spesies seperti Australopithecus afarensis, yang lengannya panjang menyerupai kera dan otak relatif kecil. Spesies ini hidup di Afrika antara sekitar 3,9 juta hingga 2,9 juta tahun silam dan mencakup kerangka Lucy yang terkenal. Sangat sedikit peneliti menganggap Lucy sebagai manusia.

Meski demikian, secara historis sebagian besar antropolog menganggap H. habilis sebagai genus Homo. Kerangka Homo habilis pertama yang sangat tidak lengkap ditemukan di Tanzania tahun 1960-an.

Spesimen berusia 1,75 juta tahun itu mencakup pecahan tengkorak. Dapat diperkirakan kerangka tersebut berasal dari individu yang ukuran otaknya sekitar 45% otak manusia modern. Itu lebih besar daripada rata-rata otak australopithecine, yang ukurannya sekitar 35% otak manusia.

Berdasarkan bukti ini, kerangka tersebut masuk genus Homo dan dinamai Homo habilis, yang berarti 'manusia yang terampil', keputusan yang diterima sebagian besar peneliti.

Kerangka baru

Namun, kerangka H. habilis yang dideskripsikan tahun 2026 dan berusia 2 juta tahun memperumit keadaan. Kerangka ini memberi pandangan terbaik mengenai lengan H. habilis. Masalahnya, lengannya panjang menyerupai kera. "Sangat mirip australopith," ungkap Ian Tattersall, ahli paleoantropologi American Museum of Natural History.

Tattersall berargumen lengan ini indikasi jelas H. habilis bukan genus manusia. Ia bukan orang pertama mengutarakannya. Wood dan rekannya, Mark Collard, arkeolog di Simon Fraser University, juga berargumen H. habilis bukan anggota genus manusia.

Wood dan Collard menyarankan memindahkan spesies tersebut ke genus yang sama dengan Lucy, mengubah namanya menjadi Australopithecus habilis. Tattersall tidak sepakat karena spesies ini ukuran otak dan giginya mirip manusia dan harus dimasukkan ke genusnya sendiri.

Peneliti lain berpendapat tak perlu mengganti nama H. habilis terlepas dari lengannya. "Proporsi anggota tubuh mirip kera tak selalu memberi banyak informasi," kata Carol Ward, antropolog University of Missouri.

Nenek moyang manusia terawal, hidup setelah berpisah dari garis keturunan simpanse, menghabiskan banyak waktu memanjat pohon, di mana lengan panjang seperti kera sangat berguna. Mereka beradaptasi bertahap untuk berjalan di tanah sebelum berevolusi menjadi manusia.

Nenek moyang bipedal ini kemungkinan besar tidak lagi membutuhkan lengan panjang. Tetapi bahkan spesies pertama genus Homo mungkin masih mempertahankan lengan panjang karena tidak ada tekanan evolusi kuat untuk memendekkannya.

Mengapa lengan akhirnya menyusut masih belum jelas. Beberapa peneliti menduga lengan lebih pendek memberi keuntungan saat berlari dan menggunakan alat. "Kerangka H. habilis justru mendukung gagasan mungkin ada transisi lebih bertahap dari australopith ke Homo," sebut Ward.



Simak Video "Video: Diduga Jual 3 Anak, Pria di Makassar Laporkan Istrinya ke Polisi"

(fyk/fyk)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork