Misi Artemis II NASA menjadi sorotan dunia bukan hanya dari sisi teknologi, tetapi juga perspektif filosofis dan religius. Dalam sebuah opini yang ditulis oleh Stephen C. Meyer, misi ini disebut memperlihatkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar pencapaian sains.
Dalam artikel tersebut, penulis karya 'Return of the God Hypothesis' ini, menyoroti bagaimana pengalaman luar angkasa kerap memunculkan refleksi spiritual, termasuk di kalangan astronaut.
"Eksplorasi luar angkasa sering kali menghadirkan rasa takjub yang melampaui sains semata," kata Meyer seperti dikutip dari Fox News.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meyer yang juga adalah pengamat isu sains menyinggung pengalaman sejumlah astronaut yang melihat Bumi dari luar angkasa sebagai momen yang menggugah sisi spiritual. Ia juga mencontohkan bagaimana Administrator NASA Jared Isaacman pernah mengaitkan pengalamannya di luar angkasa dengan keyakinan religius.
"Langit menceritakan kemuliaan Tuhan," ujar Isaacman saat itu.
Dalam opininya, Meyer juga menyoroti pandangan sejumlah ilmuwan yang menganggap sains justru melemahkan keyakinan terhadap Tuhan. Ia menyebut ada 'ketidaksesuaian besar' antara klaim tersebut dengan temuan ilmiah modern.
Ia menilai sejumlah penemuan di bidang fisika dan astronomi justru mengarah pada pertanyaan tentang asal-usul alam semesta. Salah satunya, Meyer menyinggung teori Big Bang yang menunjukkan alam semesta memiliki awal.
Peraih Nobel Fisika Arno Penzias, yang membantu membuat penemuan kunci yang mendukung Big Bang, mencatat hubungan yang jelas antara permulaan kosmik dan konsep penciptaan ilahi.
"Teori Big Bang selaras dengan konsep penciptaan. Data terbaik yang kita miliki persis seperti yang saya perkirakan... dari Alkitab," ujar Penzias dalam sebuah pernyataan.
Meyer menilai, pengalaman para astronaut Artemis II memperkuat pandangan bahwa sains dan kepercayaan tidak selalu bertentangan. Justru, menurutnya, eksplorasi luar angkasa membuka ruang refleksi baru tentang posisi manusia di alam semesta.
(rns/rns)