Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Malam di Bumi Kini Makin Benderang, Ini Penyebabnya

Malam di Bumi Kini Makin Benderang, Ini Penyebabnya


Rachmatunnisa - detikInet

Malam di Dublin, Irlandia, menghadirkan pesona yang berbeda. Di Pelabuhan Dublin, deretan lampu feri Irish Ferries memantul lembut di permukaan air, menciptakan pemandangan magis yang tertangkap sempurna lewat teknik eksposur panjang. Kilau lampu dan bayangan yang menari di air menambah kesan tenang sekaligus dramatis di jantung ibu kota Irlandia itu. REUTERS/Clodagh Kilcoyne
Foto: REUTERS/Clodagh Kilcoyne
Jakarta -

Bumi ternyata semakin terang saat malam hari. Fenomena ini bukan terjadi secara alami, melainkan akibat aktivitas manusia yang terus meningkat, terutama penggunaan lampu buatan dalam skala besar.

Penelitian terbaru berbasis data satelit menunjukkan bahwa cahaya di malam hari mengalami peningkatan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Tren ini dipicu oleh urbanisasi, pembangunan infrastruktur, serta meluasnya penggunaan listrik di berbagai wilayah dunia.

Para ilmuwan menemukan bahwa peningkatan cahaya ini tidak terjadi merata, melainkan paling terlihat di kawasan berkembang seperti Afrika Sub-Sahara dan Asia Tenggara. Di wilayah-wilayah tersebut, pertumbuhan kota dan akses listrik baru membuat malam hari menjadi semakin terang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Selama beberapa dekade, kita berpikir Bumi hanya semakin terang," ujar Zhe Zhu, profesor penginderaan jauh di University of Connecticut, Amerika Serikat, dikutip dari DPA, Sabtu (11/4/2026).

Namun, penelitian terbaru menunjukkan kondisi yang lebih kompleks. "Kami menemukan bahwa lanskap malam Bumi sebenarnya sangat dinamis," tambah Zhe Zhu yang merupakan peneliti utama studi tersebut.

ADVERTISEMENT

Fenomena ini dikenal sebagai polusi cahaya, yaitu kondisi ketika cahaya buatan mengganggu kegelapan alami malam. Cahaya dari lampu jalan, gedung, hingga iklan digital menyebar ke atmosfer dan menciptakan efek skyglow, yakni langit malam yang tampak terang.

Dampaknya tidak hanya mengganggu pengamatan bintang, tetapi juga berpengaruh pada lingkungan dan kesehatan manusia. Para ilmuwan memperingatkan bahwa meningkatnya cahaya buatan dapat mengganggu ekosistem.

Banyak hewan nokturnal bergantung pada kegelapan untuk berburu dan berkembang biak, sehingga perubahan ini bisa mengacaukan siklus alami mereka. Selain itu, paparan cahaya di malam hari juga dapat mengganggu ritme biologis manusia, termasuk pola tidur.

"Polusi cahaya memiliki dampak ekologis yang besar," jelas Zhe Zhu dalam studinya.

Meski begitu, tidak semua wilayah mengalami peningkatan cahaya. Beberapa negara di Eropa justru mulai mengurangi pencahayaan pada malam hari untuk menghemat energi dan mengurangi polusi cahaya. Langkah ini menunjukkan bahwa fenomena tersebut masih bisa dikendalikan melalui kebijakan dan teknologi yang tepat.




(rns/hps)






Hide Ads