Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Langka! Astronaut Artemis II Alami Gerhana Matahari Pribadi di Balik Bulan

Langka! Astronaut Artemis II Alami Gerhana Matahari Pribadi di Balik Bulan


Adi Fida Rahman - detikInet

Artemis II
Langka! Astronaut Artemis II Alami Gerhana Matahari Pribadi di Balik Bulan Foto: NASA
Jakarta -

Momen luar biasa dialami kru misi Artemis II saat mengelilingi Bulan. Di tengah perjalanan mereka di ruang angkasa, para astronaut menyaksikan fenomena yang nyaris mustahil dilihat dari Bumi: gerhana Matahari total dari balik Bulan, atau yang disebut sebagai "gerhana Matahari pribadi".

Fenomena ini terjadi ketika kapsul Orion melintas di sisi jauh Bulan (far side of the Moon). Dari sudut pandang kru, Bulan tampak jauh lebih besar dibandingkan yang terlihat dari Bumi, hingga mampu menutupi Matahari sepenuhnya dalam durasi yang lebih lama.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

Empat astronaut yang berada di dalam Orion - Reid Wiseman, Victor Glover, Christina Koch, dan Jeremy Hansen - menikmati pemandangan langka tersebut secara langsung. Dilansir dari NBCNews, para astronaut bahkan membawa kacamata gerhana khusus untuk mengamati korona, lapisan terluar atmosfer Matahari yang biasanya hanya terlihat saat gerhana total.

Berbeda dengan gerhana di Bumi yang biasanya berlangsung hanya beberapa menit, fenomena yang disaksikan kru Artemis II berlangsung jauh lebih lama, mendekati satu jam. Hal ini dimungkinkan karena posisi mereka yang berada di luar orbit Bumi dan dekat dengan Bulan, sehingga perspektifnya benar-benar berbeda.

Selain menjadi momen visual yang menakjubkan, gerhana ini juga memiliki nilai ilmiah tinggi. Para astronaut memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mempelajari aktivitas Matahari dari sudut pandang unik, sekaligus mengamati fenomena lain seperti kemungkinan kilatan meteoroid di permukaan Bulan.

Gerhana Matahari dari Balik BulanGerhana Matahari dari Balik Bulan Foto: NASA

NASA sebelumnya memang telah memprediksi terjadinya fenomena ini sebagai bagian dari geometri misi. Namun, pengalaman menyaksikannya secara langsung tetap menjadi sesuatu yang luar biasa, bahkan bagi para astronaut sekalipun.

Misi Artemis II sendiri merupakan penerbangan berawak pertama NASA ke sekitar Bulan sejak era Apollo lebih dari 50 tahun lalu. Diluncurkan pada 1 April 2026, misi ini menjadi langkah penting sebelum Artemis III yang ditargetkan mendaratkan manusia kembali ke permukaan Bulan.

Selama menjalani misi, kru Artemis II tidak hanya melakukan pengujian sistem pendukung kehidupan dan navigasi di ruang angkasa dalam, tetapi juga mencetak berbagai pencapaian. Salah satunya adalah memecahkan rekor sebagai manusia yang melakukan perjalanan terjauh dari Bumi, melampaui rekor yang sebelumnya dipegang misi Apollo 13.

Mereka juga berhasil mengabadikan pemandangan ikonik seperti Earthrise - momen ketika Bumi terlihat "terbit" dari cakrawala Bulan - serta sisi gelap Bulan yang jarang terekspos.

NASA dijadwalkan akan merilis lebih banyak foto dan video dari momen gerhana Matahari pribadi ini dalam waktu dekat. Misi Artemis II sendiri diperkirakan berlangsung sekitar 10 hari sebelum akhirnya kembali ke Bumi.




(afr/afr)




Hide Ads