×
Ad

Suhu Bumi Naik, Pakar Ingatkan Risiko Banjir hingga Angin Kencang

Agus Tri Haryanto - detikInet
Kamis, 02 Apr 2026 08:00 WIB
Suhu Bumi Naik, Pakar Ingatkan Risiko Banjir hingga Angin Kencang Foto: Andhika Prasetia/detikFoto
Jakarta -

Laju pemanasan global dalam satu dekade terakhir menunjukkan peningkatan yang signifikan. Dalam 10 tahun terakhir, kecepatan pemanasan global tercatat hampir dua kali lipat dibandingkan periode 1970-an. Saat ini, suhu Bumi diketahui telah meningkat sekitar 0,35 derajat Celcius dan berdampak pada meningkatnya intensitas cuaca ekstrem.

Pakar klimatologi dari Fakultas Geografi UGM, Dr. Emilya Nurjani, menjelaskan bahwa kenaikan suhu Bumi memicu berbagai perubahan lingkungan, salah satunya mencairnya es di wilayah Kutub Utara. Kondisi tersebut menyebabkan volume air laut meningkat sehingga berpotensi menurunkan ketinggian wilayah dataran rendah.

Selain itu, peningkatan suhu global juga mendorong meningkatnya potensi bencana alam. Suhu yang semakin tinggi menyebabkan tingkat penguapan meningkat sehingga peluang terjadinya hujan juga semakin besar.

"Jika suhu udara makin tinggi menyebabkan suhu muka laut semakin tinggi, maka bentuk lainnya adalah siklon yang akan sering terjadi. Kalau siklon sering terjadi maka dampak berikutnya adalah banjir, kemudian misalnya angin kencang, kemudian juga perubahan tinggi lainnya," jelas Emilya sebagaimana dikutip dari website UGM, Kamis (2/4/2026).

Menurut Emilya, kondisi tersebut perlu diantisipasi melalui berbagai upaya mitigasi agar kenaikan suhu Bumi tidak terus berlanjut. Pasalnya, peningkatan suhu juga dapat memicu kekeringan serta meningkatkan potensi angin kencang yang berisiko menimbulkan kerusakan.

Ia menjelaskan bahwa angin kencang dapat menyebabkan berbagai dampak seperti pohon tumbang hingga kerusakan pada atap rumah. Di sisi lain, peningkatan suhu yang memicu kemarau lebih cepat dan lebih kering juga berpotensi mengganggu sektor pangan.

"Karena kalau kemaraunya panjang maka akan berdampak pada sektor pertanian. Petani akan sulit untuk menanam padi, terutama di pola masa tanam yang ketiga," jelasnya.

Emilya menuturkan bahwa pemanasan global menjadi faktor utama meningkatnya suhu Bumi. Berbagai aktivitas manusia, seperti penggunaan bahan bakar fosil, menyebabkan peningkatan gas rumah kaca yang memicu pemanasan global.

Kondisi tersebut membuat radiasi matahari yang sampai ke Bumi lebih banyak diserap dibandingkan dipantulkan kembali ke atmosfer.

"Nah suhu yang makin panas itu kemudian juga menimbulkan dampak kenaikan suhu terhadap permukaan bumi," katanya.

Ia menjelaskan bahwa suhu yang semakin panas akan meningkatkan proses evaporasi dan transpirasi. Ketika jumlah uap air di lapisan troposfer meningkat, maka proses pembentukan awan juga menjadi lebih besar.



Simak Video "Video: Kenapa Musim Kemarau dan Hujan Makin Sulit Dibedakan?"


(agt/afr)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork