Sejak peperangan antara Iran dan Israel-Amerika Serikat, isu soal minyak bumi juga ikut memanas. Ini pula yang membuat kita semua kembali tersadar bahwa negara-negara di Timur Tengah merupakan pemasok minyak yang besar di dunia.
Pertanyaannya, mengapa negara Timur Tengah memiliki banyak cadangan minyak? Kita mulai dengan membahas sedikit sejarah ya, detikers.
Melansir IFLScience, Jumat (27/3/2026), pada tahun 1908, minyak pertama kali ditemukan di Timur Tengah ketika semburan minyak menyembur setinggi 24 meter ke udara di Masjid Suleiman di barat daya Iran. Saat itu daerahnya masih dikenal sebagai Persia.
Timur Tengah memiliki kekayaan bahan bakar fosil karena, sekitar 250-50 juta tahun yang lalu, wilayah ini merupakan rumah bagi laut raksasa yang dikenal sebagai Samudra Tethys. Terletak di antara benua kuno Gondwana dan Laurasia, perairan tropis ini dipenuhi dengan kehidupan, termasuk plankton, terumbu karang, ikan, sefalopoda, dan reptil laut seperti ichthyosaurus.
Ketika lempeng tektonik bergeser, lempeng Afrika dan Arab secara bertahap bertabrakan dengan lempeng Eurasia. Tabrakan lambat ini menyebabkan Samudra Tethys menyusut dan akhirnya tertutup, mengubur laut dan kuburan kehidupan yang sangat besar. Laut purba inilah yang menjadi lokasi sebagian Afrika dan Eurasia (terutama Teluk Persia) saat ini, berada di atas endapan purba tersebut.
Sekarang, kita luruskan sedikit soal sumber minyak mentah. Minyak mentah bukan sekadar dari fosil dinosaurus yang mati. Minyak mentah adalah produk dari jutaan tahun panas, tekanan, dan waktu yang bekerja pada sejumlah besar alga mikroskopis, plankton, dan organisme laut lainnya yang terkubur di bawah lapisan sedimen.
Energi yang diserap senyawa organik ini dari Matahari selama jutaan tahun, melalui proses yang lambat dan kompleks, diubah menjadi endapan hidrokarbon cair dan gas yang sangat besar yang kita bakar untuk energi saat ini.
Faktanya, Timur Tengah menyumbang sekitar 30% dari produksi minyak global, ditambah 17% dari produksi gas alam global. Hal ini terutama didorong oleh tiga negara yakni Arab Saudi, Iran, dan Irak, meskipun banyak negara di wilayah tersebut yang menyumbang bagian lebih kecil.
Akan tetapi, Timur Tengah bukan lah penyumbang volume total sumber daya minyak tertinggi di dunia. Venezuela memiliki cadangan minyak terbukti terbesar di dunia, sementara AS adalah produsen minyak terbesar di dunia.
Namun, Asia Barat memang memiliki beberapa cadangan minyak terkaya yang mudah diperoleh dari permukaan karena terkubur dalam sedimen yang relatif dangkal. Dengan mempertimbangkan faktor utama ini, Timur Tengah memiliki lebih dari 50% dari total cadangan yang dapat dipulihkan di dunia.
Ada juga banyak bentuk minyak yang perlu dipertimbangkan. Di tempat-tempat seperti Venezuela, cadangan bahan bakar fosil yang sangat besar terkubur di dalam geologinya tetapi digambarkan sebagai 'padat dan lengket', sehingga sulit diperoleh dan mahal untuk diproses. Sebagai perbandingan, sebagian besar minyak di Timur Tengah dianggap 'ringan dan manis', sehingga jauh lebih menarik bagi pasar global.
Terakhir, tetapi tentu saja tidak kalah pentingnya, geopolitik dan sejarah memainkan peran dalam deposit bahan bakar fosil di Timur Tengah, yang hampir menjadi identik dengan minyak dalam beberapa dekade terakhir. Teluk Persia, tempat kisah geologis ini berpusat, tetap menjadi kunci bagi perubahan besar di dunia kita saat ini.
Simak juga Video 'Bahlil Diminta Prabowo Cari Pasokan Minyak dari Semua Negara':
(ask/ask)