Badai pasir besar menerjang Jalur Gaza dalam beberapa hari terakhir, membuat langit berubah menjadi oranye pekat dan mengganggu aktivitas warga. Peristiwa ini memperburuk kondisi masyarakat yang sudah hidup di tengah konflik dan banyak yang tinggal di tenda darurat.
Angin kencang membawa debu tebal yang mengurangi jarak pandang dan berisiko memicu masalah kesehatan, terutama bagi warga yang memiliki penyakit pernapasan. Otoritas setempat bahkan mengimbau masyarakat untuk tetap berada di dalam rumah atau tempat perlindungan.
Fenomena seperti ini dikenal sebagai sandstorm atau badai pasir. Lalu apa sebenarnya badai pasir, dan mengapa peristiwa ini disebut makin sering terjadi?
Apa itu badai pasir?
Dikutip dari DW News, Selasa (17/3/2026) badai pasir terjadi ketika angin kencang mengangkat pasir dan debu dari permukaan tanah yang kering ke atmosfer. Partikel-partikel kecil ini kemudian terbawa angin dan membentuk awan debu besar yang dapat bergerak sangat jauh.
Fenomena ini paling sering terjadi di wilayah kering dan semi-kering seperti Afrika Utara, Timur Tengah, serta sebagian Asia. Di daerah-daerah ini, tanah yang gersang dan minim vegetasi membuat pasir mudah terangkat oleh angin.
Badai pasir tidak hanya mengurangi jarak pandang, tetapi juga dapat mengganggu transportasi, merusak tanaman, serta membawa partikel debu yang berbahaya bagi kesehatan manusia.
Simak Video "Video: Mengenal Sungai Atmosfer dan Dampaknya"
(rns/fay)