×
Ad

Semua Hal Tentang Gerhana Bulan Total Blood Moon 3 Maret 2026

Rachmatunnisa - detikInet
Senin, 02 Mar 2026 15:04 WIB
Foto kolase penampakan fenomena fase gerhana bulan total di langit pulau Lombok, Mataram, NTB, Senin (8/9/2025) (Foto: ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi)
Jakarta -

Gerhana Bulan Total akan menghiasi langit pada 3 Maret 2026. Fenomena langka ini dapat disaksikan oleh para pengamat langit di Indonesia. Sambil menunggu kedatangannya, simak semua hal tentang peristiwa tersebut.

Terjadinya Gerhana Bulan Total

Gerhana Bulan Total secara spesifik terjadi ketika posisi Matahari, Bumi, dan Bulan berada dalam satu garis sejajar. Hal ini membuat Bulan masuk sepenuhnya ke dalam bayangan inti (umbra) Bumi.

Berlangsung 5 Jam

Fenomena astronomi kali ini istimewa karena fase totalitasnya berlangsung hampir satu jam, lebih lama dibandingkan banyak gerhana Bulan lainnya. Secara keseluruhan, fase gerhana Bulan mulai dari tahap awal hingga akhir akan berlangsung sekitar 5 jam 41 menit, dengan fase totalitas (total) berlangsung hampir 60 menit.

Gerhana Terakhir Sampai 3 Tahun Lagi

Gerhana 2-3 Maret 2026 menjadi gerhana Bulan total terakhir hingga 31 Desember 2028, atau yang terakhir sebelum tahun 2029. Artinya, setelah Maret 2026, masyarakat harus menunggu hampir tiga tahun untuk kembali menyaksikan peristiwa serupa.

Berwarna Kemerahan

Gerhana Bulan kali ini juga menarik karena tampak berwarna kemerahan, sehingga disebut 'Blood Moon' atau Bulan Berdarah. Warna merah yang terlihat saat gerhana bukan karena Bulan benar-benar berubah warna. Fenomena ini terjadi saat cahaya Matahari melewati atmosfer Bumi, gelombang cahaya dengan panjang lebih pendek seperti biru dan ungu akan tersebar lebih kuat.

Sebaliknya, gelombang cahaya dengan panjang lebih besar, seperti merah, justru lebih banyak lolos dan diteruskan. Cahaya merah inilah yang kemudian dibelokkan (refracted) oleh atmosfer Bumi dan mencapai Bulan yang berada di dalam bayangan umbra. Proses ini dikenal sebagai hamburan Rayleigh (Rayleigh scattering).

Terlihat di Seluruh Indonesia

Gerhana Bulan total ini dapat dilihat di seluruh wilayah Indonesia, selama langit cerah dan tidak tertutup awan tebal pada sore hingga malam hari tanggal 3 Maret 2026. Adapun waktu pengamatan bergantung pada zona waktu setempat yakni WIB (Waktu Indonesia Barat), WITA (Waktu Indonesia Tengah), dan WIT (Waktu Indonesia Timur).

Jadwal Lengkap Fase Gerhana 3 Maret 2026

Berdasarkan data BMKG, berikut waktu fase-fase gerhana Bulan total di Indonesia:

  • Gerhana penumbra mulai (P1): 15.42.44 WIB / 16.42.44 WITA / 17.42.44 WIT
  • Gerhana sebagian mulai (U1): 16.49.46 WIB / 17.49.46 WITA / 18.49.46 WIT
  • Gerhana total mulai (U2): 18.03.56 WIB / 19.03.56 WITA / 20.03.56 WIT
  • Puncak gerhana: 18.33.39 WIB / 19.33.39 WITA / 20.33.39 WIT
  • Gerhana total berakhir (U3): 19.03.23 WIB / 20.03.23 WITA / 21.03.23 WIT
  • Gerhana sebagian berakhir (U4): 20.17.33 WIB / 21.17.33 WITA / 22.17.33 WIT
  • Gerhana penumbra berakhir (P4): 21.24.35 WIB / 22.24.35 WITA / 23.24.35 WIT.

Aman Dilihat Langsung

Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 terjadi saat fase purnama, sehingga fenomena ini aman diamati langsung tanpa alat pelindung mata seperti ketika terjadi gerhana Matahari. Pengamatan dapat dilakukan langsung dengan mata telanjang, atau dengan bantuan teropong/teleskop untuk melihat perubahan warna dan fase gerhana dengan lebih jelas.

Live Streaming

Bagi yang tidak bisa melihatnya secara langsung, bisa menyaksikan fenomena ini melalui live streaming sesuai zona waktu masing-masing di berbagai kanal edukasi astronomi, antara lain di situs BMKG dan YouTube Observatorium Bosscha.



Simak Video "Kajian Ramadhan Roblox by Pegadaian: Golden Quest Ramadhan, Setiap amal baik di Ramadhan ibarat mengumpulkan "gold coin" untuk masa depan. "

(rns/fay)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork