Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Virus Raksasa Ditemukan, Bisa Beri Petunjuk Evolusi Kehidupan

Virus Raksasa Ditemukan, Bisa Beri Petunjuk Evolusi Kehidupan


Rachmatunnisa - detikInet

virus raksasa
Foto: Science Alert
Jakarta -

Para ilmuwan menemukan virus raksasa baru di sebuah kolam air tawar di Jepang yang dinilai dapat memberi petunjuk penting tentang asal-usul kehidupan multiseluler di Bumi. Virus tersebut diberi nama ushikuvirus, merujuk pada lokasi penemuannya di kolam Ushiku-numa, Prefektur Ibaraki, dekat Tokyo.

Ushikuvirus termasuk dalam kelompok virus raksasa (giant virus), yaitu virus berukuran besar dengan genom kompleks yang kerap dianggap berada di batas antara makhluk hidup dan benda mati. Virus ini ditemukan menginfeksi ameba Vermamoeba vermiformis, organisme bersel tunggal yang umum hidup di lingkungan perairan.

Penelitian ini menarik perhatian karena ushikuvirus menunjukkan karakteristik yang tidak biasa. Infeksinya menyebabkan sel inang membesar secara ekstrem sebelum akhirnya rusak, sementara struktur virus memiliki kapsid (selubung protein) berjumbai yang membedakannya dari banyak virus raksasa lain yang telah dikenal sebelumnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Salah satu peneliti yang terlibat dalam studi ini, Masaharu Takemura dari Tokyo University of Science, menilai bahwa virus raksasa masih menyimpan banyak misteri yang belum dipahami sains modern.

"Virus raksasa bisa dikatakan sebagai harta karun ilmiah yang dunianya belum sepenuhnya dipahami. Salah satu kemungkinan dari penelitian ini adalah memberi manusia cara pandang baru yang menghubungkan dunia organisme hidup dengan dunia virus," ujar Takemura, dikutip dari Science Alert.

ADVERTISEMENT

Temuan ushikuvirus juga relevan dengan hipotesis viral eukaryogenesis, yaitu gagasan bahwa virus DNA besar pada masa purba mungkin berperan dalam munculnya sel eukariotik, sel dengan inti yang kemudian menjadi dasar kehidupan multiseluler, termasuk tumbuhan, hewan, dan manusia.

Berbeda dari banyak virus raksasa lain yang memanfaatkan inti sel inang sebagai tempat bereplikasi, ushikuvirus justru merusak membran inti sel dan membentuk struktur baru di sitoplasma untuk menghasilkan partikel virus. Mekanisme ini memberi petunjuk bahwa virus raksasa memiliki jalur evolusi yang beragam dan jauh lebih kompleks dari yang selama ini diperkirakan.

Para peneliti menilai temuan ini memperkuat pandangan bahwa virus tidak selalu berperan sebagai parasit semata. Dalam konteks evolusi jangka panjang, virus, khususnya virus raksasa, kemungkinan ikut membentuk arsitektur sel kompleks yang menjadi fondasi kehidupan modern di Bumi.

Studi mengenai ushikuvirus ini telah dipublikasikan dalam jurnal ilmiah dan menambah daftar penemuan virus raksasa yang terus berkembang dalam beberapa tahun terakhir. Penelitian lanjutan diharapkan dapat mengungkap lebih jauh peran virus-virus besar dalam sejarah awal kehidupan dan bagaimana interaksinya dengan sel primitif membentuk evolusi biologis yang dikenal saat ini.




(rns/rns)





Hide Ads