Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Mau Dicaplok Trump, Greenland Punya Hiu Ajaib

Mau Dicaplok Trump, Greenland Punya Hiu Ajaib


Fino Yurio Kristo - detikInet

Hiu Greenland
Hiu Greenland. Foto: Wikimedia Commons
Jakarta -

Greenland yang ingin dicaplok Donald Trump punya sumber daya alam luar biasa dan juga keanekaragaman satwa, salah satunya hiu unik ini. Berenang lamban, bermata keruh, dan kulit berbintik, hiu Greenland tampak tak mengesankan.

Matanya dikira hampir tidak berfungsi, karena menghabiskan sebagian besar waktu di perairan gelap hingga kedalaman 3.000 meter. Terdapat parasit krustasea kecil yang menancap di kornea matanya.

Namun, hiu Greenland (Somniosus microcephalus) dapat hidup hingga 400 tahun di perairan Atlantik Utara dan Arktik yang dingin, menjadikannya salah satu vertebrata berumur terpanjang di Bumi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut penelitian baru di Nature Communications, matanya ternyata berfungsi penuh dan hampir tak memburuk bahkan setelah seabad. Dikutip detikINET dari ABC, mengungkap rahasia anti penuaan hiu ini dapat bermanfaat bagi kesehatan mata manusia.

ADVERTISEMENT

Ahli biologi kelautan Australia dan penulis studi, Lily Fogg dari Universitas Basel, mengatakan ada semacam mekanisme yang menjaga organ matanya tetap prima. "Itu adalah sesuatu yang tidak bisa dilakukan manusia, jadi jika kita bisa mempelajarinya dan mencari tahu apa mekanismenya, kita bisa menerapkannya untuk biomedis," kata Dr. Fogg.

Peneliti mengamati mata dari 10 hiu Greenland yang mati dengan perkiraan usia antara 100 dan 134 tahun. Mata mereka berdiameter sekitar 5-6 sentimeter dan dikelilingi jaringan pelindung tebal.

Mata manusia punya dua jenis sel untuk mendeteksi cahaya yaitu sel kerucut (cone), yang bagus untuk cahaya terang dan mendeteksi warna, serta sel batang (rod), yang bekerja lebih baik dalam cahaya redup. Mata hiu Greenland hanya memiliki sel batang sehingga hanya memiliki sel yang bagus untuk cahaya redup.

Hiu Greenland, tumbuh hingga 7 meter, ditemukan di permukaan laut hingga kedalaman ribuan meter. Laura Ryan, neurobiolog di Universitas Macquarie, mengatakan penglihatan mereka masih berfungsi di kedalaman dangkal terutama pada malam hari, tapi mungkin buta oleh cahaya lebih terang. Mereka menunjukkan spesialisasi cahaya redup ekstrem.

Yang luar biasa, gangguan mata oleh krustasea kecil tidak menghalangi hiu mendeteksi cahaya. Spesies kopepoda (Ommatokoita elongata) yang hidup di mata hiu Greenland tumbuh hingga panjang sekitar 3 cm. Studi ini menunjukkan penglihatan mungkin terganggu sebagian, tapi hiu tidak buta dan masih dapat mendeteksi cahaya, kontras, dan gerakan di laut dalam.

Bahkan dengan kopepoda yang menempel, mata hiu Greenland yang diteliti adalah tidak mengalami penuaan. "Struktur matanya terlihat indah. Pada dasarnya masih asli," kata Dr. Skowronska-Krawczyk dari University of California, Irvine.

Peneliti berteori bahwa serangkaian gen perbaikan DNA, ERCC1 dan ERCC4, mungkin terkait dengan mekanisme potensial yang mendasari kesehatan jangka panjang retina hiu Greenland.

Temuan ini membuka jalan menjanjikan untuk menangkal degenerasi retina terkait usia pada manusia karena gen yang sama juga berfungsi dalam jalur perbaikan DNA pada manusia. Fakta bahwa hiu yang berusia lebih dari 100 tahun menunjukkan sedikit tanda degenerasi retina menunjukkan bahwa jalur perbaikan DNA ini mungkin memegang kunci untuk menjaga kesehatan retina dan penglihatan manusia.

Sel batang sering kali menjadi yang pertama terkena dampak pada mata manusia terkait usia dan retinitis pigmentosa. Maka, penelitian lebih lanjut untuk memahami mekanisme perbaikan DNA mata hiu berpotensi mengarah pada terapi bagi manusia.




(fyk/fay)





Hide Ads
LIVE